Ramadan 2026
Jadwal Imsakiyah Kota Gorontalo Besok Minggu, 22 Februari 2026, Ramadan 1447 H
Jadwal Imsakiyah Kota Gorontalo Minggu, 22 Februari 2026, lengkap dengan waktu sahur, subuh, dzuhur, asar, maghrib, dan isya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-makan-sahur-bareng.jpg)
Ringkasan Berita:
- Waktu Imsak: 04.43 WIB, Subuh: 04.53 WIB, Maghrib: 18.04 WIB, Isya: 19.10–19.13 WIB.
- Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan kontrol diri.
- Tips sehat mental selama puasa: latihan pernapasan, refleksi diri, menunda kepuasan, dan berbagi empati.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Jadwal Imsakiyah Kota Gorontalo, Jumat 20 Februari 2026
Berdasarkan hasil Sidang Isbat, pemerintah secara resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara itu, perhitungan berbeda diterapkan oleh Muhammadiyah.
Baca juga: Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, umat Islam yang mengikuti Muhammadiyah memulai puasa sehari lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026.
Untuk masyarakat Kota Gorontalo, jadwal imsakiyah hari Jumat, 20 Februari 2026, dapat menjadi panduan untuk menunaikan sahur dan ibadah puasa.
Baca juga: Seluruh Perhiasan Ludes 17 Jam Digeledah Bareskrim Buntut Kasus Tambang Ilegal
Informasi lengkap jadwal imsakiyah juga dapat dipantau melalui kanal Ramadan Kebaikan Melokal, sebagai rujukan resmi bagi umat Islam selama bulan suci ini.
Berikut ringkasan jadwal imsakiyah untuk Kota Gorontalo besok, Minggu 22 Februari 2026 (puasa 4 Ramadhan 1447 H):
Waktu Imsak: sekitar 04.43 WIB
Subuh: sekitar 04.53 WIB
Dzuhur: sekitar 12.01–12.03 WIB
Asar: sekitar 15.21–15.22 WIB
Maghrib (buka puasa): sekitar 18.04 WIB
Isya: sekitar 19.10–19.13 WIB
Perlu diingat: jadwal dapat sedikit berubah tergantung metode hisab/rukyat setempat.
Gunakan waktu imsak sekitar 10 menit sebelum Subuh sebagai panduan sahur.
Baca juga: Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak
Doa Niat Berpuasa
Bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Tips Menjalani Puasa untuk Menenangkan Jiwa
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga dapat menjadi momen untuk menenangkan hati dan pikiran.
Dengan fokus yang tepat, bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi seseorang untuk melakukan “detoksifikasi psikologis,” yaitu penataan ulang pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental yang selama ini penuh dengan distraksi dan tekanan hidup.
Psikiater Lahargo Kembaren menjelaskan, ada beberapa strategi sederhana yang bisa diterapkan agar kesehatan jiwa tetap terjaga dan batin terasa lebih tenteram.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa maupun intermittent fasting dapat membantu menstabilkan mood, meningkatkan kontrol diri, dan memperkuat rasa makna dalam hidup.
Dengan membatasi asupan makanan secara sadar, tubuh dan pikiran dilatih untuk fokus, sabar, dan reflektif.
Baca juga: Harga Daging Mulai Naik di Pasar Sentral Kota Gorontalo saat Ramadan
1. Belajar Menenangkan Reaksi Batin
Salah satu cara sederhana adalah latihan pernapasan perlahan saat emosi mulai memuncak, atau menunda respons terhadap pesan dan konflik hingga perasaan lebih stabil.
“Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” kata Lahargo Kembaren di Jakarta, Kamis (19/2).
2. Memperkuat Makna dan Harapan
Puasa sering diiringi ibadah yang lebih rutin seperti doa, salat, membaca Al-Qur’an, dan refleksi diri.
Dalam psikologi dikenal sebagai spiritual coping, yaitu penggunaan nilai-nilai spiritual untuk menghadapi tekanan hidup.
Penelitian menunjukkan individu yang mempraktikkan spiritual coping memiliki makna hidup yang lebih kuat, harapan lebih tinggi, dan kemampuan menerima situasi sulit dengan lebih tenang.
Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain membaca Al-Qur’an, berdoa, merenung, atau menulis tiga hal yang disyukuri setiap malam.
Baca juga: Resmi! Zakat Fitrah Pohuwato Gorontalo untuk Ramadan 2026 Dipatok Rp 40.000 per Orang
3. Mengurangi Stres
Puasa memberi kesempatan pikiran untuk beristirahat.
Jalan santai, olahraga ringan menjelang berbuka, atau membatasi paparan berita dan media sosial dapat membantu menurunkan stres.
“Puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat,” ungkap anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI.
4. Kesempatan Reset Mental
Bulan puasa memberi peluang untuk menghentikan sementara kebiasaan lama dan membangun pola hidup yang lebih sehat.
Contohnya, membaca buku reflektif, mengikuti kajian, atau berdiskusi pengembangan diri.
Saat pola lama berhenti sejenak, otak mendapat ruang untuk bertumbuh dan berpikir lebih jernih.
5. Latihan Menunda Kepuasan
Puasa merupakan praktik nyata dari delay of gratification.
Latihan menunda dorongan, seperti makan perlahan saat berbuka atau memberi jeda sebelum membuat keputusan penting, membantu membangun kontrol diri dan kesehatan mental jangka panjang.
6. Pikiran Lebih Terarah
Banyak orang merasakan kejernihan mental selama puasa karena berkurangnya overstimulasi.
Aktivitas yang dianjurkan termasuk menyusun tiga prioritas utama setiap pagi dan mengurangi multitasking agar fokus dan kesadaran diri meningkat.
7. Mengasah Empati
Puasa kerap diiringi kegiatan berbagi dan kebersamaan.
Melalui interaksi sosial yang hangat, seseorang dapat merasakan empati lebih dalam, membangun koneksi emosional, dan memperkuat rasa memiliki dalam komunitas.
Contoh aktivitas: berbuka bersama keluarga, teman, atau ikut kegiatan sosial.
Doa untuk Menenangkan Jiwa
Selain praktik psikologis, doa menjadi sarana menenangkan hati:
Yaa Allah!
Berikanlah aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan.
Dan Jauhkanlah aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan.
Sediakanlah Bagian Untukku Dari Segala Kebaikan
Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan!
Rasulullah SAW juga menganjurkan doa populer untuk dibaca selama Ramadan, terutama di malam-malam istimewa:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menekankan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan dan penyucian diri, bukan hanya menahan lapar dan dahaga.
Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa kebaikan sesuai kebutuhan, seperti memohon kesehatan agar kuat berpuasa, kekhusyukan salat tarawih, dan perbaikan diri.
“Puasa adalah ibadah yang memberikan jeda bagi raga untuk membersihkan yang berlebihan, sehingga jiwa kembali seimbang,” pesan dokter Lahargo.
Puasa adalah perjalanan psikologis dan spiritual: menahan bukan hanya lapar, tapi juga ego, impuls, dan pikiran yang berisik, sehingga batin lebih tenang dan hidup lebih bermakna. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.