Senin, 9 Maret 2026

Berita Nasional

10 Hari Hilang, Ditemukan Dalam Karung: Dua Remaja Ditangkap atas Tewasnya Umar Gayam di Sorong

Umar Gayam ditemukan tewas terbungkus karung setelah 10 hari dinyatakan hilang di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Dua remaja berinisial

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 10 Hari Hilang, Ditemukan Dalam Karung: Dua Remaja Ditangkap atas Tewasnya Umar Gayam di Sorong
TribunGorontalo.com
PENANGKAPAN PELAKU PEMBUNUHAN - Polres Sorong berhasil mengamankan dua terduga pelaku pembunuhan Umar Gayam, pemuda yang jasadnya ditemukan terbungkus karung di kawasan Jalan Kontainer, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa (17/2/2026). 

Jenazah dievakuasi ke RS Sele Be Solu, Kota Sorong, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga menolak autopsi karena kondisi tubuh korban sudah mengalami kerusakan.

Penemuan jasad ini sempat memicu ketegangan. Keluarga bersama sejumlah massa mendatangi Mapolres Sorong sambil membawa jenazah menggunakan ambulans untuk meminta kejelasan penanganan kasus.

“Kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini,” tegas Edwin.

Motif pembunuhan hingga kini masih didalami penyidik.

Kronologi Hilang Sejak Malam Penagihan Utang

Kisah pilu ini bermula Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIT. Umar pamit kepada keluarga untuk menagih utang Rp 2 juta kepada seorang teman di rumah kos.

“Dia keluar jam 11 malam. Katanya mau ambil uang yang dipinjam orang. Janji ketemu jam 12 malam, tapi setelah itu dia tidak pernah pulang,” ujar Maulud Yapono, paman korban.

Sejak saat itu, Umar tak pernah kembali. Keluarga mencari secara mandiri sebelum akhirnya melapor ke polisi. Setelah sepuluh hari, jasadnya ditemukan.

“Kami mencari bersama polisi. Jasad ditemukan di belakang Jalan Kontainer dan polisi yang pertama melihat,” kata Maulud.

Sosok Umar: Tulang Punggung dengan Keterbatasan

Di balik kasus kriminal ini, tersimpan kisah seorang anak yatim dengan keterbatasan mental yang menjadi tulang punggung keluarga.

Maulud mengaku membesarkan Umar sejak kecil.

“Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya bawa dari kampung, saya jaga, saya sekolahkan sampai dia kerja,” tuturnya dengan suara bergetar.

Meski memiliki keterbatasan komunikasi, Umar dikenal pekerja keras. Ia bekerja sebagai buruh bangunan dan membantu biaya sekolah adiknya.

“Dia bukan orang kaya. Dia kerja bangunan, tapi dia tulang punggung keluarga. Sekarang kalau dia sudah tidak ada, siapa yang mau tanggung keluarga,” ucap Maulud.

Ia menilai kondisi korban yang berkebutuhan khusus membuatnya sulit melawan saat menjadi korban kekerasan.

Keluarga pun menolak segala bentuk kompromi.

“Kami akan terus kawal kasus ini sampai ke meja hijau. Tidak ada tawar-menawar. Pidana tetap pidana. Ini tentang nyawa,” tegas Maulud.
Bahkan, keluarga meminta hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku.

“Kami minta hukuman mati,” ujarnya.

Ramadan tahun ini menjadi momen terberat bagi keluarga.

“Saya akan bersedih bila suara tahmid dan takbir berkumandang, dan saya harus mengucapkan doa serta Al-Fatihah untuknya,” ucap Maulud sambil meneteskan air mata.
 
(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved