KESEHATAN
Hati-hati! Kebanyakan Makan Garam Bisa Sebabkan Cepat Pikun
Penelitian terbaru menemukan konsumsi natrium (garam) berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan daya ingat pada kelompok lanjut usia.
Ringkasan Berita:
- Penelitian terbaru menunjukkan konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan daya ingat pada lansia.
- Sebaliknya, asupan kalium yang lebih tinggi terbukti berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik.
- Para ahli menyarankan pengurangan garam serta peningkatan konsumsi makanan kaya kalium untuk menjaga kesehatan otak.
TRIBUNGORONTALO.COM — Penelitian terbaru menemukan konsumsi natrium (garam) berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan daya ingat pada kelompok lanjut usia.
Sebaliknya, asupan kalium yang lebih tinggi justru dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik.
Temuan tersebut berasal dari penelitian terhadap 4.213 peserta berusia 50 tahun ke atas yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Global Transitions.
Penelitian ini menyoroti hubungan pola makan dengan kesehatan otak, khususnya pada populasi lanjut usia.
Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Gangguan Ingatan
Peneliti menemukan konsumsi natrium lebih dari 5.593,2 miligram per hari serta rasio natrium terhadap kalium lebih dari 3,8 dapat meningkatkan risiko gangguan memori.
Sebaliknya, konsumsi kalium lebih dari 1.653,3 miligram per hari dikaitkan dengan peningkatan skor fungsi kognitif.
Bahkan, hasil penelitian menunjukkan skor tes kognitif rata-rata meningkat sekitar satu poin ketika asupan natrium sebanyak 1.000 miligram diganti dengan jumlah kalium yang sama.
Tantangan pada Populasi Lansia
Penelitian ini menyoroti kondisi di China yang memiliki populasi lansia terbesar di dunia serta mengalami penuaan penduduk sangat cepat.
Demensia sendiri menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas pada lansia secara global, serta menimbulkan beban ekonomi dan sosial yang besar.
Baca juga: Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat, Cukup Konsumsi Makanan Ini
Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi konsumsi garam dalam satu dekade terakhir, asupan natrium masyarakat masih tergolong tinggi.
Angka tersebut bahkan melampaui rekomendasi dari World Health Organization yang menyarankan konsumsi maksimal 1.400 miligram natrium per hari bagi usia 50–79 tahun atau setara sekitar 5 gram garam.
Tingginya konsumsi garam tersebut sering kali juga disertai rendahnya asupan kalium, yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran.
Rasio Natrium dan Kalium Lebih Berpengaruh
Penelitian ini menegaskan bahwa perbandingan antara natrium dan kalium dalam pola makan dinilai lebih akurat dalam memprediksi fungsi kognitif dibandingkan melihat masing-masing zat secara terpisah.
Baca juga: Ingin Jantung Sehat? Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini untuk Naikkan Kolesterol Baik
Penulis utama penelitian, Ai Zhao, menyatakan menurunkan asupan natrium serta meningkatkan konsumsi kalium secara seimbang berpotensi memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak lansia.
Ia juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk menentukan rasio ideal natrium dan kalium dalam pola makan masyarakat lanjut usia serta strategi penerapannya dalam kebiasaan makan sehari-hari.
Para ahli menyarankan menjaga kesehatan otak dapat dilakukan melalui pola makan seimbang, termasuk memperbanyak konsumsi buah, sayuran, serta mengurangi makanan tinggi garam.
(*)
| Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat, Cukup Konsumsi Makanan Ini |
|
|---|
| Ingin Jantung Sehat? Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini untuk Naikkan Kolesterol Baik |
|
|---|
| Studi Global Bongkar Efektivitas Puasa Intermittent, Hasilnya Mengejutkan! |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Gratis Dinonaktifkan? Begini Proses Mengaktifkan Kembali Kepesertaan |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Gratis 92 Ribu Warga Gorontalo Nonaktif, Berikut Sebaran di Tiap Kabupaten/Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GARAM-Kebanyakan-makan-garam-rupanya-bisa-menyebabkan.jpg)