KESEHATAN

Studi Global Bongkar Efektivitas Puasa Intermittent, Hasilnya Mengejutkan!

Metode diet intermittent fasting atau puasa berkala semakin populer sebagai cara menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Seseorang sedang memotong sayuran di meja makan dengan sejumlah bahan makanan di letakan di meja. ITERMITEN -- Intermitten atau juga disebut pausa setengah hari rupanya disebut tak efektif, benarkah? 

Penelitian juga menemukan metode ini kemungkinan hanya memberi pengaruh kecil terhadap peningkatan kualitas hidup.

Manfaat Kesehatan Lain

Meski efektivitasnya dalam menurunkan berat badan masih diperdebatkan, beberapa studi menunjukkan intermittent fasting dapat memberikan manfaat kesehatan lain.

Metode ini dilaporkan berpotensi menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko sindrom metabolik yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan puasa berkala dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan kesehatan usus yang berpotensi menekan perkembangan kanker.

Studi lain menemukan metode ini mampu meningkatkan kesehatan metabolik pekerja dengan sistem kerja shift.

Para ahli menekankan bahwa keberhasilan program penurunan berat badan sangat bergantung pada kesesuaian dengan gaya hidup masing-masing individu.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan sebelum memulai pola diet baru, terutama bagi penderita kondisi medis tertentu.

 (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved