Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin Februari 2026: Ini Waktu Puncak dan Area yang Bisa Menyaksikan
Fenomena langka gerhana matahari cincin atau 'cincin api' akan menghiasi langit pada 17 Februari 2026,cek wilayahnya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Fenomena-gerhana-matahari-cincin.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gerhana cincin terjadi saat Bulan tak sepenuhnya menutupi Matahari, membentuk lingkaran cahaya
- Fase cincin hanya terlihat sempurna di jalur sempit kawasan Antartika
- Puncak gerhana berlangsung sekitar 2 menit 20 detik pada 12.12 UTC
TRIBUNGORONTALO.COM — Sebuah peristiwa astronomi yang jarang terjadi akan mewarnai langit pada Selasa, 17 Februari 2026. Pada hari itu, dunia akan menyaksikan gerhana matahari cincin, fenomena yang kerap dijuluki sebagai “cincin api”.
Tidak seperti gerhana matahari total, gerhana cincin muncul ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari namun tidak sepenuhnya menutup permukaan Matahari.
Ukuran Bulan yang tampak lebih kecil membuat bagian tepi Matahari masih terlihat jelas.
Baca juga: Kasus Korupsi Pertama 2026 Masuk Pengadilan, Reza Anggriyanto Terkait Proyek Jalan Nani Wartabone
Kondisi tersebut menciptakan lingkaran cahaya terang di sekeliling Bulan, menyerupai cincin bercahaya yang menjadi ciri utama gerhana matahari cincin.
Istilah “cincin” sendiri berasal dari kata Latin annulus yang berarti lingkaran, menggambarkan sisa cahaya Matahari yang mengelilingi Bulan saat fase puncak gerhana, dikutip dari earthsky.org.
Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 hanya dapat disaksikan secara sempurna dari jalur cincin gerhana. Jalur ini membentang sekitar 2.661 mil dengan lebar kurang lebih 383 mil (sekitar 4.282 x 616 kilometer).
Baca juga: DPRD Gorontalo Konsultasi ke Kemendagri terkait HUT Provinsi hingga Isu Danau Limboto
Di wilayah tersebut, Bulan diperkirakan menutupi hingga 96 persen permukaan Matahari, sebagaimana dilansir space.com.
Sebagian besar lintasan gerhana melewati kawasan Antartika yang terpencil, sehingga peluang menyaksikan fase cincin secara langsung sangat terbatas. Hanya segelintir pengamat yang berada di lokasi strategis yang dapat menikmati pemandangan “cincin api” secara utuh.
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung selama sekitar 271 menit. Sementara itu, fase puncak gerhana cincin diperkirakan berlangsung sekitar 2 menit 20 detik, menghadirkan suasana langit yang tidak biasa dibandingkan siang hari pada umumnya.
Fenomena ini bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi pengalaman astronomi yang langka, mengingat sempitnya jalur pengamatan dan lokasi yang sulit dijangkau.
Baca juga: Diduga Lakukan Pelecehan, Staf Khusus Gubernur Sulut Resmi Diberhentikan
Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin
Gerhana diawali dengan fase gerhana parsial, ketika Bulan mulai menutupi sebagian permukaan Matahari. Bagi pengamat yang menggunakan pelindung mata khusus, Matahari akan tampak seperti sabit gelap yang perlahan membesar.
Seiring pergerakan Bulan, intensitas cahaya Matahari berangsur berkurang. Lingkungan sekitar terlihat lebih redup, dan bayangan benda di permukaan Bumi tampak lebih tajam, sebagaimana dijelaskan planetary.org.
Saat Bulan tepat menutupi bagian tengah Matahari, cahaya di tepinya tetap terlihat membentuk lingkaran sempurna atau “cincin api”. Pada fase ini, suasana siang hari terasa berbeda, dengan cahaya yang tampak tidak biasa. Dalam beberapa kasus, suhu udara bisa menurun sementara, dan perilaku hewan dapat berubah.
Setelah melewati puncak, Bulan terus bergerak menjauh. Lingkaran cahaya perlahan mengecil, gerhana kembali menjadi parsial, hingga akhirnya Matahari tampak utuh kembali.