Berita Internasional
AS Siap Serang Iran Akhir Pekan Ini? Pejabat Militer Bocorkan Rencana ke Sekutu Timur Tengah
Pejabat tinggi militer Amerika Serikat telah memberi tahu pimpinan salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah bahwa Presiden Donald Trump
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Sumber-intelijen-menyebut-tujuan-serangan-bukan-sekadar-nuklir.jpg)
“Jika Amerika melakukan salah perhitungan, perang ini tidak akan berjalan seperti yang dibayangkan Trump, melakukan operasi cepat lalu dua jam kemudian menulis di Twitter bahwa semuanya selesai,” kata Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran.
Ia memperingatkan bahwa perang akan meluas ke seluruh kawasan, termasuk Israel dan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa jika AS menyerang, terutama jika menargetkan pembunuhan pimpinan negara, maka Iran akan membalas dengan serangan balasan besar-besaran terhadap pangkalan militer AS, infrastruktur minyak di kawasan, serta Israel.
Dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS memiliki 30.000–40.000 tentara di pangkalan kawasan yang berpotensi berada dalam jangkauan drone dan misil balistik jarak pendek Iran.
Iran Siap Balas Lebih Keras
Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, Iran selama ini memilih menahan diri, bahkan kerap memberi sinyal terlebih dahulu sebelum melakukan serangan balasan guna menghindari eskalasi besar.
Namun, pejabat Iran menegaskan pola itu tidak akan diulang jika terjadi serangan baru. Profesor Universitas Teheran Dr. Foad Izadi menyebut kepemimpinan militer baru Iran menilai pendekatan lama gagal menahan agresi AS dan Israel.
“Angka yang saya dengar, targetnya adalah minimal 500 tentara Amerika,” kata Izadi. Ia menegaskan Iran akan merespons jauh lebih keras jika kembali diserang.
Iran Masih Buka Pintu Negosiasi
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam konferensi pers di Istanbul bersama Menlu Turki Hakan Fidan, menyatakan Iran siap melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS, namun bukan di bawah ancaman kekuatan militer.
Ia menegaskan kemampuan pertahanan dan misil Iran tidak akan pernah dinegosiasikan, seraya menambahkan bahwa Teheran siap menghadapi perang, tetapi juga terbuka untuk negosiasi yang adil dan setara.
(*)