Berita Viral
Usai Viral Tuduhan Es Gabus Spons, Polisi dan TNI Datangi Pedagang dan Minta Maaf
Polisi dan TNI mendatangi penjual es gabus Suderajat di Bogor untuk meminta maaf usai tudingan penggunaan spons yang viral dan berujung polemik.
Ringkasan Berita:
TRIBUNGORONTALO.COM -- Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi bersama Babinsa Serda Heri Purnomo mendatangi penjual es gabus, Suderajat (49), di sebuah musala di kawasan Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf atas peristiwa penuduhan penggunaan spons pada es gabus yang berujung dugaan penganiayaan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Babinsa Penuding Pedagang Es Gabus Ditahan, TNI AD Tegaskan Sanksi Disiplin
Dalam kunjungan itu, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri hadir bersama sejumlah pejabat dari unsur TNI dan Polri. Mereka didampingi Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M.
Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, serta Kepala Desa Rawa Panjang Mohammad Agus.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Pedagang Es Gabus Kemayoran, Berujung Dugaan Kekerasan Aparat hingga Trauma
Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, pertemuan berlangsung di musala yang berada tak jauh dari kontrakan Suderajat.
Dalam rekaman tersebut, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri terlihat berdiri di sisi kiri dan kanan Suderajat.
“Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan kepada Suderajat.
Baca juga: Getaran Alat Berat Picu Tanah Bergerak di Morowali, Ratusan Warga Mengungsi
Selain menyampaikan permohonan maaf, Ikhwan juga mendoakan agar Suderajat selalu diberi keberkahan serta berharap tidak ada persoalan lanjutan di kemudian hari.
Dalam momen itu, Ikhwan tampak menjabat tangan Suderajat yang didampingi sang istri.
Serda Heri kemudian turut bersalaman dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. “Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Suderajat.
Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujar Heri.
Baca juga: Babinsa Penuding Pedagang Es Gabus Ditahan, TNI AD Tegaskan Sanksi Disiplin
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengonfirmasi bahwa kehadiran dirinya bersama anggota TNI dan Polri tersebut bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada korban.
“Kami mewakili unsur pimpinan meminta maaf langsung kepada bapak Suderajat atas kesalahan dalam perlakuan anggota saat penanganan dugaan es dari spons,” ungkap Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.
Baca juga: Kompany Beri Sinyal Restu, Bayern Munich Siap Lepas Goretzka ke Atletico Madrid
“Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai,” tambahnya.
Sebelumnya, video yang menampilkan Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo viral di media sosial.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, keduanya memberikan pernyataan terkait dugaan es gabus berbahan spons tanpa disertai hasil uji laboratorium.
Dalam video tersebut, Aiptu Ikhwan sempat memperlihatkan es gabus yang dimaksud sambil mengatakan, "Nah sekarang ada pelaku yang menyamarkan nih. Intinya ini enggak boleh dimakan. Karena tadi kita coba kok rasanya beda, bukan kue. Ternyata nih bahannya dari spons. Spons dikasih sirup-sirup,” ujar Ikhwan.
Baca juga: Harga Emas Terus Meroket di Awal 2026, Apakah Tren Kenaikan Bertahan Sepanjang Tahun?
Rekaman video juga memperlihatkan Serda Heri tengah menginterogasi Suderajat. “Kenapa kamu jual?” tanya Heri. “Kalau berhenti (jualan) anak bininya makan apa?” jawab Suderajat.
“Ya kamu gimana, ini kalau dimakan sama anak-anak kecil ini bikin penyakit,” kata Heri dengan nada keras.
Dalam potongan video lain yang turut beredar, terlihat Serda Heri meminta Suderajat memakan es gabus yang dijualnya.
Sambil menyampaikan perintah tersebut, Serda Heri menyatakan bahwa jika es gabus itu memang berbahaya, maka seharusnya risiko ditanggung oleh penjual, bukan anak-anak sebagai pembeli. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polisi-dan-TNI-mendatangi-penjual-es-gabus-Suderajat-di-Bogor.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.