Berita Viral
Kronologi Lengkap Kasus Pedagang Es Gabus Kemayoran, Berujung Dugaan Kekerasan Aparat hingga Trauma
Kasus pedagang es gabus Kemayoran berujung dugaan kekerasan aparat. Dari laporan warga hingga hasil lab menyatakan makanan aman, korban alami trauma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suderajat-penjual-es-gabus-yang-sempat-dituding-menggunakan-bahan-spons.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bermula dari laporan warga soal dugaan es gabus berbahan spons
- Suderajat mengaku diintimidasi dan dianiaya, video interogasi viral
- Hasil uji laboratorium menyatakan es gabus aman, korban trauma berjualan
RIBUNGORONTALO.COM -- Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa pedagang es gabus keliling di Kemayoran, Jakarta Pusat, Suderajat (49), berawal dari aduan warga mengenai dugaan peredaran makanan berbahaya.
Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan intimidasi, kekerasan fisik, hingga meninggalkan trauma psikologis yang membuat korban enggan kembali berjualan.
Baca juga: Purbaya Beri Sinyal Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai, Pegawai Terancam Dirombak
Bermula dari Aduan Warga
Perkara ini mencuat setelah seorang warga bernama M. Arief Fadillah (43) melaporkan dugaan penjualan es gabus berbahan spons melalui layanan call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam laporannya, Suderajat dituding menjajakan berbagai makanan, seperti es kue, es gabus, agar-agar, cokelat meses, serta sisa kue yang diduga mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), yakni bahan yang lazim digunakan sebagai busa kasur atau spons pencuci.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi tempat Suderajat berjualan di kawasan Utan Panjang, Kemayoran.
Baca juga: Purbaya Siap “Obrak-Abrik” Pajak dan Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Jadi Sorotan
Dugaan Intimidasi dan Kekerasan di Tempat Berjualan
Suderajat mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi sebelum dibawa ke kantor polisi.
Menurut pengakuannya, insiden bermula ketika seorang aparat membeli es gabus dagangannya dan mencicipinya.
Namun, es tersebut justru diremas, diinjak, lalu dilemparkan ke wajahnya.
“Dia (polisi) beli es kue gabus ke saya. Tapi sama polisi dibejek-bejek dikira es kapas (berbahan spons),” kata Suderajat, Selasa (27/1/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.
Ia menuturkan bahwa setelah itu dirinya diinterogasi dengan nada kasar, dipermalukan di hadapan orang banyak, serta mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah aparat.
“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” ujarnya.
Selain mengalami kekerasan, Suderajat juga mengaku dipaksa mengakui bahwa es gabus yang dijualnya palsu dan terbuat dari bahan spons.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 28 Januari 2026, Masih Bertahan di Rp 2,916 Juta
Video Viral dan Perhatian Publik
Kasus ini menyita perhatian publik setelah video interogasi terhadap Suderajat beredar luas di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo, tampak dua aparat bernama Ikhwan dan Heri menginterogasi Suderajat di lokasi berjualan.