Berita Viral
Viral Ludahi Kasir hingga Dipolisikan, Inilah Sosok Dosen UIM Makassar Amal Said
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meludahi kasir swalayan di Makassar mendadak viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251229-Rektor-UIM-Al-Ghazali-Prof-Muammar-Bakry-34232.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rekaman CCTV memperlihatkan oknum dosen UIM meludahi kasir swalayan di Makassar
- Korban N melaporkan kejadian ke Polsek Tamalanrea, sehingga kasus naik ke ranah hukum
- Amal Said merupakan dosen FakultAs Pertanian UIM
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meludahi kasir swalayan di Makassar mendadak viral di media sosial.
Belakangan diketahui sosok pria dalam rekaman itu adalah seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) bernama Amal Said.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu 24 Desember 2025 itu langsung menyulut perhatian luas dan memicu kecaman dari berbagai pihak.
Kasir wanita berinisial N, berusia 21 tahun, menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ia merasa dilecehkan dan memilih melaporkan kejadian itu ke Polsek Tamalanrea. Laporan resmi yang dibuat korban membuat kasus ini naik ke ranah hukum, sehingga tidak lagi sekadar menjadi perbincangan di jagat maya.
Amal Said, yang dikenal sebagai dosen Fakultas Pertanian UIM sekaligus aparatur sipil negara, kini harus menghadapi sorotan tajam masyarakat.
Sosok yang selama ini dikenal di lingkungan akademik tiba-tiba menjadi buah bibir karena tindakannya yang dianggap tidak manusiawi.
Dalam klarifikasinya, Amal mengaku menyesal dan berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menilai tindakan meludah itu terjadi secara spontan karena merasa dilecehkan saat ditegur oleh kasir.
Amal menyebut teguran tersebut membuatnya tersinggung sebagai orang tua dan merasa tidak dihargai.
“Sekarang nama saya rusak, bahkan bisa berimbas ke pekerjaan saya. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya mengajar jadi hancur,” kata Amal saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
Ia menegaskan dirinya tidak menyerobot antrean, melainkan hanya berpindah ke kasir lain yang kosong agar lebih cepat.
Menurut Amal, teguran kasir membuatnya merasa dihina.
“Setelah ditegur, saya merasa dilecehkan. Sebagai orang Bugis-Makassar, perlakuan itu seperti tidak menghargai saya,” ujarnya.
Ia menilai tindakan meludah itu muncul sebagai reaksi spontan atas rasa tersinggung.