Berita Nasional
Getaran Alat Berat Picu Tanah Bergerak di Morowali, Ratusan Warga Mengungsi
Pergeseran tanah mengejutkan warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Getaran kuat yang dirasakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pergeseran-tanah-terjadi-di-Desa-Fatufia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Morowali, diduga dipicu aktivitas alat berat yang menimbulkan getaran kuat.
- Sebanyak 94 kamar kos terdampak dan 288 jiwa terpaksa mengungsi meski tidak ada korban jiwa.
- BPBD masih melakukan pemantauan karena tanah di lokasi dilaporkan terus bergerak perlahan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pergeseran tanah mengejutkan warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Getaran kuat yang dirasakan sejak dini hari hingga sore hari memicu kepanikan dan memaksa ratusan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Peristiwa ini terdeteksi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 17.48 WITA, meski tanda awal pergerakan tanah sudah dirasakan warga sejak pukul 03.00 WITA.
Getaran tersebut sempat mereda, namun kembali muncul menjelang malam dengan intensitas yang membuat warga khawatir akan longsor susulan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah, pergeseran tanah diduga kuat dipicu aktivitas lima unit alat berat jenis excavator yang tengah melakukan proses loading di sekitar lokasi.
Getaran dari aktivitas tersebut dinilai memengaruhi kestabilan tanah di kawasan permukiman.
Akibat peristiwa itu, sebanyak 94 kamar kos mengalami dampak langsung dan tidak lagi aman dihuni.
Sebanyak 288 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman demi menghindari risiko lebih besar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun warga memilih mengungsi karena kondisi tanah masih bergerak secara perlahan,” demikian keterangan resmi BPBD Sulawesi Tengah.
BPBD Kabupaten Morowali bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen awal.
Koordinasi lintas sektor juga dilakukan guna mempercepat penanganan darurat dan memastikan keselamatan warga terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi hunian sementara, logistik dasar, serta pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah.
Petugas masih terus memantau lokasi karena dikhawatirkan terjadi pergeseran lanjutan.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke bangunan yang terdampak sebelum dinyatakan aman oleh petugas, serta tetap mengikuti arahan resmi di lapangan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.(*)
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
| Guntur Romli Soroti Tak Ada Ucapan Duka Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei |
|
|---|