Jumat, 13 Maret 2026

Berita Nasional

23 Anggota TNI Tertimbun Longsor Cisarua, KSAL Sebut 4 Ditemukan Meninggal Dunia

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan peristiwa tanah longsor yang menimpa puluhan prajurit Korps Marinir TNI AL

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 23 Anggota TNI Tertimbun Longsor Cisarua, KSAL Sebut 4 Ditemukan Meninggal Dunia
TribunGorontalo.com
CISARUA LONGSOR - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, ditemani Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Fersianus Waku) 
Ringkasan Berita:
  • Tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menimbun 23 prajurit Korps Marinir TNI AL. 
  • Hingga Senin (26/1/2026), empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam pencarian. 
  • Basarnas menyebut cuaca buruk dan material lumpur menjadi kendala utama proses evakuasi di lokasi kejadian.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan peristiwa tanah longsor yang menimpa puluhan prajurit Korps Marinir TNI AL di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menyebabkan 23 personel tertimbun material longsoran.

Kepastian itu disampaikan Muhammad Ali saat ditemui awak media di kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).

Ia menyebut seluruh korban berasal dari satuan Marinir yang tengah berada di lokasi saat longsor terjadi.

Menurut Ali, hingga kini proses pencarian dan evakuasi terhadap para prajurit yang tertimbun masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Dari jumlah korban yang dilaporkan, baru empat personel yang berhasil ditemukan, namun dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca juga: Buntut Kasus Kekerasan, Dinas Pendidikan Gorontalo Screening Psikologis Siswa SMA

Ia menambahkan, tim di lapangan masih bekerja melakukan penyisiran dan penggalian material longsor untuk menemukan korban lainnya yang hingga saat ini belum berhasil dievakuasi.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafii mengungkapkan bahwa proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala teknis.

Faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama dalam kelancaran operasi pencarian.

Selain itu, kondisi material longsoran yang didominasi lumpur juga memperlambat upaya evakuasi.

Situasi tersebut menyulitkan pergerakan alat berat maupun personel penyelamat dalam menjangkau area tertimbun.

Syafii menjelaskan, area terdampak longsor terbilang luas. Jarak antara titik awal longsor atau mahkota hingga ujung material longsoran tercatat mencapai sekitar 209 meter, sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

Dengan mengerahkan seluruh sumber daya dan peralatan yang tersedia, Basarnas bersama unsur terkait berupaya memaksimalkan proses pencarian agar seluruh korban dapat segera ditemukan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved