Berita Nasional

UI Punya Prodi AI, Mahasiswa Bakal Belajar dari Guru Besar AI Pertama RI

Universitas Indonesia (UI) resmi meluncurkan program studi Sarjana Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
UNIVERSITAS iNDONESIA -- Kini ada jurusan AI di Universitas Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Indonesia meresmikan program studi Sarjana Kecerdasan Artifisial di bawah Fakultas Ilmu Komputer dengan dukungan dosen-dosen berpengalaman di bidang AI. 
  • Kurikulum dirancang kuat pada fondasi teknis, mencakup pemodelan AI dan rekayasa sistem berbasis kecerdasan buatan. 
  • Program ini ditujukan untuk mencetak tenaga profesional AI yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi industri dan masyarakat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Universitas Indonesia (UI) resmi meluncurkan program studi Sarjana Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Program studi baru ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI) dan dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional AI di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr Erwin Panigoro, menjelaskan bahwa tenaga pengajar program studi tersebut berasal dari kalangan dosen internal Fasilkom UI yang memiliki kompetensi pada bidang inti kecerdasan buatan, sains data, serta keahlian lain yang relevan dengan penerapan AI.

Berdasarkan pemetaan keahlian dosen, setidaknya terdapat 40 dosen tetap Fasilkom UI yang memenuhi kualifikasi keilmuan di bidang tersebut.

Dari jumlah itu, 16 dosen diproyeksikan terlibat langsung dalam proses pengajaran di berbagai mata kuliah Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (Prodiska).

Seluruh dosen pengajar tersebut bergelar doktor, termasuk satu guru besar, yakni Prof. Wisnu Jatmiko, yang dikenal sebagai Guru Besar AI pertama di Indonesia.

Kurikulum dan Mata Kuliah

Kurikulum Prodiska Fasilkom UI disusun dengan penekanan kuat pada fondasi teknis.

Mata kuliah yang ditawarkan mencakup dasar matematika, pemrograman, pemodelan AI, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Mahasiswa akan mempelajari bidang seperti logika dan struktur diskrit, kalkulus, aljabar linear, statistika, etika AI, pembelajaran mesin, deep learning, computer vision, pemrosesan bahasa alami, hingga generative AI. Selain itu, kurikulum juga mencakup pengembangan produk AI, proyek akhir, magang, serta penelitian sarjana.

UI juga memasukkan mata kuliah pendukung seperti agama, bahasa Inggris, pengembangan karakter, metodologi penelitian, dan penulisan ilmiah untuk melengkapi kompetensi lulusan.

Latar Belakang Pendirian Prodi AI

UI mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan program studi AI telah muncul sejak awal pandemi Covid-19.

Saat itu, Fasilkom UI mulai meningkatkan kapasitas infrastruktur kecerdasan buatan, termasuk melalui pengadaan mesin NVIDIA DGX A100 yang memerlukan kajian kelayakan serta dukungan industri dan jejaring alumni.

Perumusan kurikulum secara lebih konkret dilakukan pada pertengahan 2024.

Usulan program studi kemudian diajukan ke tingkat universitas dan memperoleh persetujuan Senat Akademik UI pada September 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved