Berita Nasional
Suami di Asahan Diduga Bunuh Istri, Sempat Mengaku Korban Jatuh dari Sepeda Motor
Kasus kematian tragis menimpa Ananda Isnaini Putri (20), warga Rusunawa Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SELFIE-Ananda-Isnaini-Putri-20-diduga-tewas-akibat-kekerasan-yang-dilakukan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ananda Isnaini Putri (20) diduga tewas dibunuh suaminya, M Ali (29), di rumah mereka di Kisaran Barat, Asahan.
- Pelaku sempat mengaku korban meninggal akibat jatuh dari sepeda motor, namun hasil otopsi menunjukkan korban tewas akibat kekerasan benda tumpul.
- Polisi kini menahan pelaku dan masih mendalami kasus kekerasan dalam rumah tangga tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM -– Kasus kematian tragis menimpa Ananda Isnaini Putri (20), warga Rusunawa Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.
Korban diduga tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, M Ali (29), di rumah mereka di Jalan Batu Asah, Kelurahan Sidodadi, Kisaran Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada 2 Februari 2026. Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka serius di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Imanuel P Simamora mengungkapkan, awalnya pelaku sempat memberikan keterangan palsu kepada petugas. Ia mengaku korban meninggal akibat terjatuh dari sepeda motor.
Namun, keterangan tersebut terbantahkan setelah dilakukan pemeriksaan medis dan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi.
Baca juga: Kisah Iptu Fitri S Ali Sosok Kapolsek Telaga Biru, 4 Kali Gagal Tes TNI Gorontalo
Hasil otopsi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan patah tulang iga serta robekan organ hati.
“Korban mengalami luka memar di sekujur tubuh, patah tulang rusuk, serta robek organ hati yang memicu korban mengalami mati lemas,” ungkap AKP Imanuel.
Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku melakukan penganiayaan berat di dalam rumah.
Pelaku diketahui mencelupkan kepala dan tubuh korban berulang kali ke dalam bak berisi air.
Saat korban mulai lemas dan kesulitan bernapas, pelaku justru kembali melakukan pemukulan secara bertubi-tubi hingga korban meninggal dunia.
Alibi Pelaku Terbongkar
Saat petugas tiba di lokasi kejadian, pelaku menunjukkan sikap tidak kooperatif dan sempat menolak proses pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Kecurigaan aparat muncul setelah melihat adanya luka lecet dan memar yang tidak wajar pada tubuh korban. Keluarga korban kemudian menyetujui dilakukan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa rumah tangga pasangan tersebut kerap diwarnai pertengkaran.
Korban bahkan sempat mencurahkan penyesalan menikah dengan pelaku kepada rekan dekatnya.