Berita Nasional
Dituding Tak Bekerja, Menkeu Purbaya Emosi hingga Tepuk Meja Saat Rapat dengan DPR
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan reaksi emosional saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PURBAYA-Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa-kepada-awak-media.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan reaksi tegas saat rapat dengan Komisi XI DPR terkait kritik terhadap kinerjanya.
- Ia menegaskan pemerintah berhasil menahan tekanan ekonomi berat yang terjadi pada Agustus 2025 melalui koordinasi lintas lembaga.
- Purbaya juga mengingatkan bahwa kesalahan kebijakan ekonomi saat itu berpotensi membawa Indonesia menuju krisis serupa tahun 1998.
TRIBUNGORONTALO.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan reaksi emosional saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan pemerintah dan DPR telah bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan berat yang terjadi pada 2025 lalu.
Dalam rapat tersebut, Purbaya menyoroti kondisi ekonomi Indonesia pasca gejolak pada Agustus 2025 yang menurutnya berada dalam situasi sangat rentan.
Ia menilai, tanpa langkah penanganan cepat, kondisi ekonomi nasional berpotensi jatuh ke fase krisis yang lebih dalam.
Menurut Purbaya, pada masa itu pemerintah harus mengambil berbagai kebijakan strategis untuk meredam tekanan ekonomi.
Baca juga: Ryan Routh Divonis Penjara Seumur Hidup Usai Gagal Bunuh Donald Trump di Klub Golf
Ia menyebut jika langkah-langkah tersebut tidak dilakukan, situasi ekonomi Indonesia saat ini kemungkinan berada dalam kondisi jauh lebih buruk.
“Kalau tidak segera diperbaiki, tekanan ekonomi bisa semakin parah. Bahkan bisa saja situasinya berbeda seperti sekarang, mungkin sudah dalam kondisi krisis,” ujar Purbaya.
Dalam penyampaiannya, Purbaya juga menanggapi kritik dari sejumlah pihak yang menilai kinerjanya tidak terlihat.
Ia menilai kritik tersebut mengabaikan fakta bahwa Indonesia sempat menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang serius, termasuk gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Ia bahkan mengungkapkan situasi keamanan saat itu cukup genting. Purbaya menyinggung peristiwa penyerangan terhadap rumah Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani, yang terjadi di tengah memanasnya situasi nasional.
“Keadaan waktu itu sangat berat. Demonstrasi terjadi di banyak daerah. Bahkan rumah Menteri Keuangan sebelumnya sempat diserbu massa,” katanya.
Purbaya menegaskan, kondisi ekonomi yang saat ini mulai stabil merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPR, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai koordinasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam menahan potensi krisis yang lebih besar.
Selain itu, Purbaya juga menilai sejumlah kebijakan ekonomi yang diambil pada 2025 tidak berjalan optimal.