Berita Nasional
Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah, Tapi Fundamental Ekonomi Kita Tetap Kokoh
Menkeu tegaskan ekonomi nasional tetap kuat sebagai bantalan utama menghadapi gejolak kurs global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menkeu-Purbaya-optimistis-Pelemahan-Rupiah-Tidak-Akan-Picu-Krisis.jpg)
Mata uang Garuda menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1/2026).
Rupiah terpantau menguat 0,04 persen ke posisi Rp16.929 per dolar AS, setelah sebelumnya bertengger di level Rp16.936 pada penutupan hari kemarin.
Guna meredam fluktuasi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan pihaknya akan mengambil langkah stabilisasi yang tegas.
Perry menegaskan bahwa BI memiliki "amunisi" cadangan devisa yang lebih dari cukup untuk melakukan intervensi pasar secara masif.
"Kami tegaskan BI tidak segan-segan kami melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di intervensi non deliverable forward, maupun di dalam negeri non deliverable forward di pasar luar negeri maupun di dalam negeri spot dan DNDF," ucap Perry.
Meski sempat tertekan akibat faktor geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat yang memicu aliran modal keluar (outflow) sebesar 1,6 miliar dolar AS hingga pertengahan Januari, Perry tetap optimis dengan prospek ke depan.
"Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat didukung oleh kondisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yg menarik, inflasi yang merendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik," jelasnya lebih lanjut.
Selain faktor eksternal, Perry juga mengidentifikasi adanya tekanan domestik dari kebutuhan valas korporasi besar seperti Pertamina, PLN, hingga Danantara, serta sentimen dari proses pencalonan Deputi Gubernur BI.
Namun, ia tetap yakin arah rupiah akan membaik.
"Kami meyakini rupiah akan stabil dan bahkan akan cenderung menguat," pungkas Perry. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkeu Purbaya Minta Publik Tak Khawatir, Pelemahan Rupiah Tidak akan Memicu Krisis Ekonomi