Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep
Florencia Lolita Wibisono, dikonfirmasi meninggal dunia dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jasad-korban-sudah-berada-di-Makassar-dan-siap-diserahkan-ke-keluarga.jpg)
Ramos menceritakan bahwa peran sepupunya itu sudah mirip dengan staf HRD karena fokus pada pengembangan sumber daya manusia di maskapai.
“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Dia yang membimbing mereka,” sambung Ramos.
Kepergian Florencia pun dirasakan sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan awak kabin.
Keluarga besar almarhumah di Jakarta kini tengah mempersiapkan prosesi persemayaman dan pemakaman.
Rencana tindak lanjut mengenai kepulangan jenazah dari Makassar ke Jakarta tengah dikoordinasikan dengan pihak maskapai.
Pihak manajemen Air Indonesia Transport juga menyatakan duka cita yang mendalam dan berjanji akan memfasilitasi seluruh kebutuhan keluarga korban.
Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan oleh KNKT.
Tim investigasi kini fokus mencari kotak hitam (black box) di sekitar lokasi penemuan jenazah Florencia.
Tragedi di Gunung Bulusaraung ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para kru pesawat setiap harinya.
Florencia Lolita Wibisono kini telah menyelesaikan tugas terbang terakhirnya. Namanya akan terus dikenang sebagai sosok pramugari dedikatif yang mencintai profesinya hingga akhir hayat.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Foto-foto Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Bulusaraung Pangkep