Minggu, 29 Maret 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep

Florencia Lolita Wibisono, dikonfirmasi meninggal dunia dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep
Tribun-timur.com
KORBAN ATR - Florencia Lolita Wibisono pramugari Pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/1/2026). ‎Jasad korban sudah berada di Makassar dan siap diserahkan ke keluarga. 
Ringkasan Berita:
  • Jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan
  • Biddokes Polda Sulsel dan Pusindent Bareskrim Polri telah mengonfirmasi identitas korban secara sah melalui pencocokan sidik jari
  • Florencia dikenal sebagai pramugari senior dengan pengalaman terbang selama 14 tahun di Lion Air

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan tanah air setelah pramugari senior, Florencia Lolita Wibisono, dikonfirmasi meninggal dunia dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.

Pesawat nahas milik Air Indonesia Transport tersebut dilaporkan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, tepatnya di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Sabtu (17/1/2026).

Setelah melalui proses pencarian yang sangat sulit di medan ekstrem, jenazah Florencia Lolita Wibisono akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Bulusaraung, sebuah titik yang dikenal memiliki kemiringan sangat terjal dan berbahaya.

Salah satu saksi kunci penemuan ini adalah Serda Marinir Syamsul Alam, anggota tim SAR SRU 1 yang berjumlah 18 orang petugas.

Serda Marinir Syamsul Alam, yang merupakan awak Elevasi Cuk 2 Ton 2 Yonmarhanlan Makassar Kodaeral VI, menjadi saksi mata betapa sulitnya proses pencarian di lokasi tersebut.

Ia mengaku menemukan posisi jenazah berada di dalam jurang yang cukup dalam dan sulit dijangkau dengan peralatan biasa.

"Kami menemukan posisi korban sekitar jam 2 siang," ungkap Serda Mar Syamsul Alam saat ditemui di Pos AJU Basarnas Makassar, Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026) malam dikutip TribunGorontalo.com dari Tribun-Timur.com, Rabu.

Penemuan jenazah Florencia bermula saat salah satu personel SAR dari ARAI Sulsel, Saiful Malik, melihat tanda-tanda keberadaan korban di dasar jurang.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian saat itu digambarkan sangat tidak mendukung dan menjadi kendala utama bagi tim evakuasi di lapangan.

"Cuacanya sangat berkabut, jarak pandang terbatas, dan jalan sangat terjal serta curam di kedalaman 300 hingga 500 meter," tambahnya.

Setelah memastikan bahwa itu adalah jasad korban, Syamsul Alam dan rekan-rekan tim SAR segera berinisiatif untuk menutup jenazah dengan peralatan seadanya guna menjaga martabat korban.

Proses evakuasi dari dasar jurang menuju titik aman memerlukan waktu berjam-jam karena kondisi fisik medan yang sangat menguras tenaga.

Setelah berhasil dievakuasi dari puncak pegunungan, jenazah Florencia Lolita Wibisono langsung dibawa menuju RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris, memimpin langsung pengumuman identitas para korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang mendalam, tim medis akhirnya berhasil memastikan identitas sang pramugari.

"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 dinyatakan cocok dengan data antemortem nomor AM004," ujar Dr. Muhammad Haris dalam konferensi pers di Biddokes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Florencia Dinyatakan Meninggal Dunia

PESAWAT JATUH - Florencia Lolita Wibisono pramugari Pesawat ATR 42-500. Jenazah Florencia Lolita Wibisono telah ditemukan di jurang Bulusaraung, Pangkep.
PESAWAT JATUH - Florencia Lolita Wibisono pramugari Pesawat ATR 42-500. Jenazah Florencia Lolita Wibisono telah ditemukan di jurang Bulusaraung, Pangkep. (TRIBUN TIMUR)

Dengan hasil tersebut, secara medis dan legalitas, korban teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono.

Florencia diketahui berumur 33 tahun saat kecelakaan tragis itu terjadi di langit Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data kependudukan, almarhumah tinggal di Apartemen OAK Tower A Unit 216, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Identifikasi ini dilakukan dengan memadukan beberapa metode ilmiah, mulai dari pemeriksaan sidik jari, data gigi, hingga barang-barang atau properti yang melekat pada tubuh korban.

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusindent) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, juga turut memberikan penjelasan rinci mengenai proses teknis identifikasi tersebut.

Meski pesawat mengalami benturan keras, kondisi jenazah saat tiba di rumah sakit disebut masih dalam keadaan yang memungkinkan untuk diidentifikasi secara cepat.

Terutama pada bagian ujung jari, di mana garis-garis papillary atau sidik jari masih bisa terbaca oleh alat pemindai milik kepolisian.

"Papillary ridges yang merujuk pada garis-garis menonjol pada jari korban masih utuh," jelas Brigjen Pol Mashudi.

Hal ini memudahkan tim untuk segera mengambil data sidik jari dan mencocokkannya dengan database kependudukan nasional.

"Dengan peralatan yang kami miliki, identitas yang bersangkutan bisa langsung terbaca," lanjutnya dalam sesi tanya jawab dengan media.

Untuk memastikan hasil tersebut secara sains, tim kepolisian juga melakukan metode pembanding secara manual dan digital.

Sidik jari jempol tangan kiri korban dibandingkan secara mendetail dengan data sidik jari yang tersimpan dalam data antemortem keluarga.

"Kami melakukan pembandingan sidik jari pada postmortem dengan sidik jari pembanding yang sah," tegas Mashudi.

Hasilnya menunjukkan kecocokan mutlak, sehingga tidak ada keraguan lagi mengenai sosok yang ditemukan tersebut.

"Kami yakin seyakin-yakinnya secara keilmuan bahwa yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono," pungkasnya.

Baca juga: Nama-nama 10 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep Sulsel, Ada 3 Penumpang

Sosok Florencia Lolita Wibisono

PESAWAT JATUH - Florencia Lolita Wibisono pramugari Pesawat ATR 42-500. Jenazah Florencia Lolita Wibisono telah ditemukan di jurang Bulusaraung, Pangkep.
PESAWAT JATUH - Florencia Lolita Wibisono pramugari Pesawat ATR 42-500. Jenazah Florencia Lolita Wibisono telah ditemukan di jurang Bulusaraung, Pangkep. (TRIBUN TIMUR)

Florencia bukanlah sosok baru di dunia penerbangan Indonesia; ia dikenal sebagai pribadi yang tangguh dan profesional.

Di usianya yang menginjak 33 tahun, ia sebenarnya tengah berada di puncak kariernya sebagai awak kabin.

Dalam struktur keluarga, Florencia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, yang menjadikannya sosok yang sangat disayangi oleh kakak-kakaknya.

Meski baru bertugas sekitar tiga bulan di pesawat ATR 42-500, pengalaman terbangnya sudah sangat panjang.

Ramos, salah satu anggota keluarga, menyebutkan bahwa Florencia baru saja memulai babak baru dalam kariernya di maskapai ini.

“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu (ATR 42-500),” tutur Ramos dengan nada lirih.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia telah mengabdi belasan tahun di maskapai lain.

Ia tercatat menghabiskan waktu selama 14 tahun sebagai pramugari di Lion Air, salah satu maskapai terbesar di Indonesia.

Selama belasan tahun itu, ribuan jam terbang telah ia lalui dengan berbagai tantangan di udara.

Pengalamannya yang luas membuat Florencia tidak hanya sekadar menjadi pramugari pelaksana, tetapi juga seorang pendidik.

Ia dipercaya perusahaan untuk menangani pelatihan bagi para awak kabin atau pramugari yang baru bergabung.

Kemampuannya dalam membimbing junior membuat sosoknya dihormati oleh rekan-rekan kerjanya.

Ramos menceritakan bahwa peran sepupunya itu sudah mirip dengan staf HRD karena fokus pada pengembangan sumber daya manusia di maskapai.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Dia yang membimbing mereka,” sambung Ramos.

Kepergian Florencia pun dirasakan sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan awak kabin.

Keluarga besar almarhumah di Jakarta kini tengah mempersiapkan prosesi persemayaman dan pemakaman.

Rencana tindak lanjut mengenai kepulangan jenazah dari Makassar ke Jakarta tengah dikoordinasikan dengan pihak maskapai.

Pihak manajemen Air Indonesia Transport juga menyatakan duka cita yang mendalam dan berjanji akan memfasilitasi seluruh kebutuhan keluarga korban.

Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan oleh KNKT.

Tim investigasi kini fokus mencari kotak hitam (black box) di sekitar lokasi penemuan jenazah Florencia.

Tragedi di Gunung Bulusaraung ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para kru pesawat setiap harinya.

Florencia Lolita Wibisono kini telah menyelesaikan tugas terbang terakhirnya. Namanya akan terus dikenang sebagai sosok pramugari dedikatif yang mencintai profesinya hingga akhir hayat.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Foto-foto Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Bulusaraung Pangkep

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved