Pesawat Hilang Kontak
2 Pramugari Korban Pesawat Jatuh di Pangkep-Maros Ditemukan, Ini Sosok Mereka
Dua sosok pramugari yang berada di dalam manifes pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KORBAN-ATR-Florencia-Lolita-Wibisono-pramugari.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim SAR berhasil menemukan Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar di jurang sedalam 500 meter di Gunung Bulusaraung
- Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menegaskan komitmen membawa pulang seluruh korban
- Florencia (32) berpengalaman 14 tahun sebagai awak kabin dan trainer, baru tiga bulan bergabung di ATR 42-500
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua sosok pramugari yang berada di dalam manifes pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar, akhirnya ditemukan Tim SAR.
Keduanya merupakan kru kabin yang bertugas dalam penerbangan nahas yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, pada Sabtu (17/1/2026).
Di tengah tebing-tebing curam dan vegetasi hutan yang rapat, tim SAR gabungan berjuang melawan waktu untuk mengevakuasi mereka.
Hingga Senin (19/1/2026), proses identifikasi terus dilakukan setelah salah satu dari pramugari tersebut berhasil ditemukan di lokasi yang sangat sulit dijangkau.
Penemuan ini menjadi titik terang sekaligus duka mendalam bagi keluarga yang telah menanti kepastian selama tiga hari terakhir.
Identitas spesifik mengenai siapa yang pertama kali dievakuasi memang belum dirilis secara detail ke publik untuk menghormati proses identifikasi medis. Namun, keberadaan mereka di titik jatuhnya pesawat telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang di lapangan.
Korban ditemukan di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, sebuah titik yang menggambarkan betapa dahsyatnya benturan pesawat tersebut. Medan yang vertikal membuat tim evakuasi harus menggunakan peralatan khusus untuk mengangkat jenazah dari dasar jurang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan resmi terkait perkembangan ini. Dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, ia menegaskan komitmen tim untuk membawa pulang seluruh korban.
"Tim di lapangan telah bekerja maksimal di bawah cuaca yang tidak menentu," ujar Mohammad Syafii pada Senin (18/1/2026) sore seperti dilansir dari Tribun-Timur.com, Rabu.
Kehadiran jenderal bintang tiga ini menunjukkan betapa seriusnya penanganan kecelakaan pesawat yang menghebohkan publik di awal tahun 2026 ini.
Pramugari yang ditemukan tersebut tercatat sebagai korban kedua yang berhasil diangkat oleh tim SAR. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi tim evakuasi, meskipun suasana haru tetap menyelimuti setiap jengkal proses pemindahan korban.
Sebelumnya, pada hari Minggu, satu korban lain telah ditemukan terlebih dahulu. Korban pertama tersebut dikonfirmasi berjenis kelamin laki-laki, yang menambah daftar kepastian dari nasib para penumpang dan kru.
Keberhasilan menemukan pramugari di kedalaman jurang 500 meter ini merupakan hasil koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan pendaki setempat. Mereka harus bertaruh nyawa menuruni tebing demi menjalankan tugas kemanusiaan.
Kini, publik pun mulai mencari tahu siapakah sosok para srikandi udara yang gugur dalam tugas ini. Nama Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar muncul sebagai figur yang dikenal berdedikasi tinggi di mata rekan sejawat dan keluarga.