Sabtu, 28 Maret 2026

Berita Nasional

Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Mudik Lebaran Dinilai Lebih Aman

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mencatat capaian positif dalam aspek keselamatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Mudik Lebaran Dinilai Lebih Aman
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KECELAKAAN MOBIL -- Kondisi mobil Fortuner Sport yang mengalami kecelakaan di JDS, Kota Gorontalo, Minggu (15/2/2026). Mobil berhasil dibalikkan ke posisi normal usai sempat terjungkal. 
Ringkasan Berita:
  • Operasi Ketupat 2026 berhasil menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 30,4 persen.
  • Penurunan juga terjadi pada jumlah kejadian kecelakaan selama periode mudik dan arus balik.
  • Meski operasi berakhir, polisi tetap siaga mengantisipasi gelombang lanjutan arus balik.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mencatat capaian positif dalam aspek keselamatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Data menunjukkan, angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan mengalami penurunan signifikan hingga 30,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan juga turun sebesar 5,3 persen.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut tren tersebut sebagai indikator membaiknya kondisi keselamatan di jalan selama masa mobilitas tinggi masyarakat.

Baca juga: Komodo Terapkan Kuota Wisatawan, Mulai April Dibatasi 1.000 Orang per Hari

“Fatalitas korban meninggal dunia turun 30,4 persen, dan jumlah peristiwa kecelakaan juga menurun sebesar 5,3 persen,” kata Agus.

Ia menilai, penurunan ini tidak terlepas dari berbagai strategi pengamanan yang diterapkan selama operasi berlangsung.

Operasi Ketupat 2026 sendiri digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengaturan lalu lintas di jalur-jalur utama.

Sejumlah rekayasa diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan, mulai dari sistem satu arah (one way) baik skala nasional maupun lokal, hingga contraflow di beberapa ruas Tol Trans Jawa.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.

Meski operasi resmi telah berakhir, pengawasan di lapangan belum sepenuhnya dihentikan. Kepolisian masih melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan lanjutan arus balik, terutama di wilayah aglomerasi yang masih menunjukkan pergerakan masyarakat cukup tinggi.

“Operasi Ketupat sudah ditutup, tetapi kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Personel masih disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk gelombang kedua,” ujar Agus.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved