Kamis, 12 Maret 2026

Berita Internasional

Trump Sebut Rencana Inggris Serahkan Kepualau Chagos Adalah Kebodohan Geopolitik

Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Sebut Rencana Inggris Serahkan Kepualau Chagos Adalah Kebodohan Geopolitik
AA
GEOPOLITIK -- Presiden AS Donald Trump mengecam keras keputusan Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, menyebutnya sebagai bentuk kelemahan yang berbahaya secara geopolitik. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengecam keras keputusan Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, menyebutnya sebagai bentuk kelemahan yang berbahaya secara geopolitik. 
  • Kesepakatan tersebut tetap mempertahankan pangkalan militer strategis Diego Garcia melalui sistem sewa 99 tahun, meski menuai kritik di dalam negeri Inggris. 
  • Trump menilai penyerahan kedaulatan itu membuka peluang bagi pengaruh China dan Rusia serta bertentangan dengan prinsip kekuatan global.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.

Trump menyebut langkah sekutu NATO itu sebagai “tindakan kelemahan total” dan “kebodohan besar” yang, menurutnya, justru membuka celah bagi pengaruh China dan Rusia.

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menilai Inggris telah menyerahkan wilayah yang sangat strategis tanpa alasan jelas.

Ia bahkan menjadikan isu Kepulauan Chagos sebagai contoh tambahan alasan keamanan nasional mengapa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinannya, perlu mengambil alih Greenland.

Baca juga: Calon Perangkat Desa Didiuga Diperas Bupati Pati Sadewo, Uang Rp 2,6 Miliar Disita KPK

Trump menegaskan bahwa China dan Rusia “hanya menghormati kekuatan”, sehingga menurutnya keputusan Inggris tersebut mencerminkan lemahnya sikap Barat dalam menjaga kepentingan geopolitik.

Ia juga mendesak Denmark dan negara-negara Eropa untuk “melakukan hal yang benar”, sembari mengklaim bahwa Amerika Serikat kini kembali dihormati dunia seperti belum pernah terjadi sebelumnya.

Pulau Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos, sejak pertengahan 1970-an menjadi lokasi pangkalan militer gabungan Amerika Serikat–Inggris yang sangat strategis.

Pulau ini juga termasuk dalam kesepakatan penyerahan kedaulatan yang telah disetujui pemerintah Inggris.

Secara historis, Inggris memisahkan Kepulauan Chagos dari Mauritius pada 1965 untuk membentuk British Indian Ocean Territory.

Demi pembangunan pangkalan militer Diego Garcia, sekitar 2.000 warga Chagossian dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka antara tahun 1968 hingga 1973.

Baca juga: Basarnas Sebut Peluang Selamat Korban Pesawat ATR Tipis, Tetap Harap Keajaiban

Setelah puluhan tahun gugatan hukum, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta pendapat Mahkamah Internasional yang menentang kedaulatan Inggris atas wilayah tersebut, pemerintah Inggris pada Mei tahun lalu akhirnya menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.

Namun, Inggris tetap mempertahankan pangkalan Diego Garcia melalui sistem sewa selama 99 tahun.

Dalam kesepakatan itu, Inggris akan membayar Mauritius sekitar 101 juta poundsterling per tahun atau setara 136 juta dolar AS, dengan total biaya bersih diperkirakan mencapai 3,4 miliar poundsterling.

Kendati demikian, sejumlah pengkritik menyebut angka sebenarnya jauh lebih besar dan menilai perjanjian ini sebagai beban berat bagi pembayar pajak Inggris.

Meski tidak memicu perbedaan pendapat terbuka antara Amerika Serikat dan Inggris, sejak awal muncul kekhawatiran terkait potensi pengaruh China di Mauritius.

Untuk meredam kekhawatiran tersebut, kesepakatan ini mencakup sejumlah pengamanan, seperti zona penyangga dan hak veto atas akses negara asing ke pulau-pulau terluar.

Hingga 20 Januari, kesepakatan tersebut masih menunggu ratifikasi penuh oleh parlemen Inggris.

Rancangan undang-undang terkait sempat tertunda akibat amendemen di House of Lords serta gelombang kritik, termasuk protes dari warga Kepulauan Chagos.

Pemerintah Inggris menyatakan penyerahan kedaulatan ini justru melindungi keberlanjutan pangkalan militer Diego Garcia.

Namun, pihak oposisi menilai langkah tersebut sebagai konsesi yang tidak perlu dan berisiko secara geopolitik.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya menyatakan bahwa tanpa kesepakatan ini, Inggris tidak akan mampu mencegah China atau negara lain mendirikan pangkalan militer di pulau-pulau terluar Chagos.

Ia bahkan menyinggung aktivitas latihan militer China yang pernah berlangsung di dekat wilayah tersebut.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris menegaskan pekan ini bahwa kesepakatan tersebut menjamin operasi pangkalan gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia untuk beberapa generasi ke depan, dengan ketentuan ketat guna menjaga kapabilitas strategisnya serta mencegah masuknya kekuatan lawan.

Meski demikian, kritik Trump menegaskan pandangannya bahwa menyerahkan kedaulatan, meskipun disertai sistem sewa jangka panjang, tetap menunjukkan kelemahan dan bertentangan dengan pendekatan kekuatan yang selama ini ia gaungkan.

Sementara itu, aktivitas pangkalan militer Diego Garcia dilaporkan tetap berjalan normal, dengan kontrak Amerika Serikat yang masih berlaku hingga tahun 2034. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved