Berita Internasional
Trump Sebut Rencana Inggris Serahkan Kepualau Chagos Adalah Kebodohan Geopolitik
Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEOPOLITIK-Presiden-AS-Donald-Trump-mengecam-keras-keputusan-Inggris.jpg)
Meski tidak memicu perbedaan pendapat terbuka antara Amerika Serikat dan Inggris, sejak awal muncul kekhawatiran terkait potensi pengaruh China di Mauritius.
Untuk meredam kekhawatiran tersebut, kesepakatan ini mencakup sejumlah pengamanan, seperti zona penyangga dan hak veto atas akses negara asing ke pulau-pulau terluar.
Hingga 20 Januari, kesepakatan tersebut masih menunggu ratifikasi penuh oleh parlemen Inggris.
Rancangan undang-undang terkait sempat tertunda akibat amendemen di House of Lords serta gelombang kritik, termasuk protes dari warga Kepulauan Chagos.
Pemerintah Inggris menyatakan penyerahan kedaulatan ini justru melindungi keberlanjutan pangkalan militer Diego Garcia.
Namun, pihak oposisi menilai langkah tersebut sebagai konsesi yang tidak perlu dan berisiko secara geopolitik.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya menyatakan bahwa tanpa kesepakatan ini, Inggris tidak akan mampu mencegah China atau negara lain mendirikan pangkalan militer di pulau-pulau terluar Chagos.
Ia bahkan menyinggung aktivitas latihan militer China yang pernah berlangsung di dekat wilayah tersebut.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris menegaskan pekan ini bahwa kesepakatan tersebut menjamin operasi pangkalan gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia untuk beberapa generasi ke depan, dengan ketentuan ketat guna menjaga kapabilitas strategisnya serta mencegah masuknya kekuatan lawan.
Meski demikian, kritik Trump menegaskan pandangannya bahwa menyerahkan kedaulatan, meskipun disertai sistem sewa jangka panjang, tetap menunjukkan kelemahan dan bertentangan dengan pendekatan kekuatan yang selama ini ia gaungkan.
Sementara itu, aktivitas pangkalan militer Diego Garcia dilaporkan tetap berjalan normal, dengan kontrak Amerika Serikat yang masih berlaku hingga tahun 2034. (*)