Berita Internasional
Trump Sebut Rencana Inggris Serahkan Kepualau Chagos Adalah Kebodohan Geopolitik
Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEOPOLITIK-Presiden-AS-Donald-Trump-mengecam-keras-keputusan-Inggris.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengecam keras keputusan Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, menyebutnya sebagai bentuk kelemahan yang berbahaya secara geopolitik.
- Kesepakatan tersebut tetap mempertahankan pangkalan militer strategis Diego Garcia melalui sistem sewa 99 tahun, meski menuai kritik di dalam negeri Inggris.
- Trump menilai penyerahan kedaulatan itu membuka peluang bagi pengaruh China dan Rusia serta bertentangan dengan prinsip kekuatan global.
TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.
Trump menyebut langkah sekutu NATO itu sebagai “tindakan kelemahan total” dan “kebodohan besar” yang, menurutnya, justru membuka celah bagi pengaruh China dan Rusia.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menilai Inggris telah menyerahkan wilayah yang sangat strategis tanpa alasan jelas.
Ia bahkan menjadikan isu Kepulauan Chagos sebagai contoh tambahan alasan keamanan nasional mengapa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinannya, perlu mengambil alih Greenland.
Baca juga: Calon Perangkat Desa Didiuga Diperas Bupati Pati Sadewo, Uang Rp 2,6 Miliar Disita KPK
Trump menegaskan bahwa China dan Rusia “hanya menghormati kekuatan”, sehingga menurutnya keputusan Inggris tersebut mencerminkan lemahnya sikap Barat dalam menjaga kepentingan geopolitik.
Ia juga mendesak Denmark dan negara-negara Eropa untuk “melakukan hal yang benar”, sembari mengklaim bahwa Amerika Serikat kini kembali dihormati dunia seperti belum pernah terjadi sebelumnya.
Pulau Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos, sejak pertengahan 1970-an menjadi lokasi pangkalan militer gabungan Amerika Serikat–Inggris yang sangat strategis.
Pulau ini juga termasuk dalam kesepakatan penyerahan kedaulatan yang telah disetujui pemerintah Inggris.
Secara historis, Inggris memisahkan Kepulauan Chagos dari Mauritius pada 1965 untuk membentuk British Indian Ocean Territory.
Demi pembangunan pangkalan militer Diego Garcia, sekitar 2.000 warga Chagossian dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka antara tahun 1968 hingga 1973.
Baca juga: Basarnas Sebut Peluang Selamat Korban Pesawat ATR Tipis, Tetap Harap Keajaiban
Setelah puluhan tahun gugatan hukum, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta pendapat Mahkamah Internasional yang menentang kedaulatan Inggris atas wilayah tersebut, pemerintah Inggris pada Mei tahun lalu akhirnya menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.
Namun, Inggris tetap mempertahankan pangkalan Diego Garcia melalui sistem sewa selama 99 tahun.
Dalam kesepakatan itu, Inggris akan membayar Mauritius sekitar 101 juta poundsterling per tahun atau setara 136 juta dolar AS, dengan total biaya bersih diperkirakan mencapai 3,4 miliar poundsterling.
Kendati demikian, sejumlah pengkritik menyebut angka sebenarnya jauh lebih besar dan menilai perjanjian ini sebagai beban berat bagi pembayar pajak Inggris.