Berita Internasional

FAA Keluarkan Peringatan, Jalur Udara Pasifik Timur Masuk Zona Waspada

Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan peringatan keselamatan bagi dunia

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
MILITER -- FAA mengeluarkan peringatan keselamatan penerbangan terkait potensi risiko di wilayah Samudra Pasifik bagian timur, mencakup Meksiko hingga Amerika Selatan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan peringatan keselamatan bagi dunia penerbangan terkait potensi risiko saat pesawat melintasi wilayah Samudra Pasifik bagian timur.

Area yang masuk perhatian mencakup ruang udara di atas Meksiko, negara-negara Amerika Tengah, hingga sebagian wilayah Amerika Selatan.

Peringatan ini menjadi perhatian luas karena kawasan tersebut merupakan salah satu koridor utama penerbangan internasional jarak jauh.

Jalur ini kerap dilalui pesawat yang menghubungkan Asia, Amerika Utara, dan Amerika Latin, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi jaringan penerbangan global.

Dalam keterangannya, FAA mengungkapkan adanya indikasi aktivitas militer serta potensi gangguan terhadap sistem navigasi satelit atau Global Positioning System (GPS).

Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan risiko keselamatan penerbangan di berbagai ketinggian, termasuk pada fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan di bandara kawasan terdampak.

Peringatan tersebut disampaikan melalui Notice to Airmen (NOTAM) dan berlaku selama 60 hari.

Secara administratif, imbauan ini ditujukan kepada maskapai dan operator penerbangan Amerika Serikat, namun dampaknya turut menjadi perhatian operator internasional karena keterkaitan rute lintas benua.

Dampak Tidak Langsung bagi Indonesia

Meski tidak menyasar penerbangan domestik Indonesia, kebijakan ini dinilai memiliki implikasi tidak langsung terhadap konektivitas global.

Gangguan atau perubahan rute di kawasan Pasifik Timur berpotensi memengaruhi waktu tempuh, jadwal, serta biaya operasional penerbangan internasional, termasuk penerbangan yang melayani penumpang dari dan ke Indonesia.

Wilayah Indonesia Timur, termasuk Gorontalo, ikut terdampak secara tidak langsung karena keterhubungan jalur udara internasional dengan sektor pariwisata, logistik, dan mobilitas penumpang.

Pengalihan rute penerbangan jarak jauh dapat berimbas pada koneksi lanjutan dan durasi perjalanan lintas negara.

Sejumlah pengamat penerbangan menilai bahwa eskalasi ketegangan di kawasan Pasifik Timur dapat mendorong maskapai global menyesuaikan jalur terbangnya, khususnya pada rute Asia–Amerika yang kerap melintasi wilayah tersebut.

Ketegangan Politik Perburuk Situasi

Peringatan FAA muncul di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Amerika Latin.

Situasi memanas setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro, memicu perhatian internasional terhadap stabilitas kawasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved