Berita Internasional
Di Tengah Negosiasi Nuklir, AS dan Iran Nyaris Bentrok di Laut
Militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang disebut mendekati secara agresif kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KAPAL-PERANG-Kapal-induk-Angkatan-Laut-AS-USS-Abraham-Lincoln-CVN-72.jpg)
Ringkasan Berita:
- Militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
- Insiden terjadi di tengah upaya negosiasi nuklir dan meningkatnya ketegangan militer kedua negara.
- Pada hari yang sama, pasukan Garda Revolusi Iran juga diduga mengancam kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang disebut mendekati secara agresif kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab, Selasa waktu setempat.
Insiden ini menambah ketegangan antara kedua negara di tengah upaya diplomasi terkait program nuklir Iran.
Militer AS menyatakan drone jenis Shahed-139 milik Iran terbang menuju kapal induk dengan tujuan yang tidak jelas.
Drone tersebut kemudian ditembak jatuh oleh jet tempur F-35C milik Angkatan Laut AS sebagai langkah pertahanan diri.
Juru bicara Komando Pusat Militer AS, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengatakan tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi kapal induk dan personel yang berada di dalamnya.
Baca juga: Kadis PUPR-PKP Ungkap Tantangan Penggunaan Genteng di Gorontalo, Ulas Sejarah hingga Kearifan Lokal
Ia memastikan tidak ada prajurit Amerika yang terluka maupun kerusakan pada peralatan militer dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi ketika upaya diplomatik sedang dilakukan untuk mengatur perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa “hal buruk” dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai, terutama setelah pengerahan armada perang AS menuju kawasan Iran.
Kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi simbol paling mencolok dari penguatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pengerahan tersebut dilakukan setelah aksi penindasan terhadap demonstrasi antarpemerintah di Iran bulan lalu yang disebut sebagai kerusuhan domestik paling mematikan sejak Revolusi Iran 1979.
Trump sebelumnya sempat menahan diri untuk tidak melakukan intervensi militer langsung selama penindasan demonstrasi berlangsung.
Namun, belakangan ia menuntut Iran memberikan konsesi terkait program nuklirnya dan mengirim armada laut ke perairan Iran.
Trump juga menyebut Iran tengah melakukan pembicaraan serius, sementara pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa persiapan negosiasi sedang berjalan.
Baca juga: Sampah Masih Menumpuk di Saluran Air Bulotalangi Timur Bone Bolango, Ini Kata Kepala Desa
Dalam insiden terpisah pada hari yang sama, militer AS menyebut pasukan Garda Revolusi Iran juga melakukan tindakan provokatif di Selat Hormuz.
Dua kapal cepat IRGC bersama sebuah drone Mohajer disebut mendekati kapal tanker berbendera Amerika Serikat, M/V Stena Imperative, dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan menaiki serta menyita kapal tersebut.(*)