Berita Viral
Kronologi Suami Bunuh Istri Hamil di Bengkulu, Berawal dari Penolakan Ajakan Intim
Seorang suami berinisial Oga Yunanda (23) tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Aulia Zakrike
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pesan-Mengerikan-Oga-Pembunuh-Istri-Pengantin-Baru-di-Lebong-Bengkulu-Sampai-Bertemu-Jiwa-Iblisku.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Tragedi berdarah mengguncang Desa Air Kopras, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Seorang suami berinisial Oga Yunanda (23) tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Aulia Zakrike (19).
Aulia diketahui tengah mengandung tiga bulan. Pemicu utama aksi keji ini diduga kuat adalah puncak akumulasi emosi dan dendam pelaku.
Melansir pemberitaan Tribunnews.com, insiden bermula dari kondisi rumah tangga pasangan pengantin baru tersebut yang sudah retak sejak satu bulan terakhir.
Konflik ekonomi menjadi akar masalah, di mana pelaku yang masih berstatus pengangguran diminta oleh keluarga korban untuk kembali ke rumah orang tuanya dan fokus mencari pekerjaan.
Kondisi "pisah ranjang" ini membuat komunikasi antara keduanya memburuk. Menurut hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku menyimpan sakit hati yang mendalam akibat tekanan ekonomi dan perasaan terabaikan di tengah permasalahan rumah tangga yang carut-marut.
Puncaknya terjadi pada Kamis pagi (5/2/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Memanfaatkan situasi rumah mertuanya yang sepi karena orang tua korban tengah bekerja, Oga menyelinap masuk melalui pintu belakang untuk menemui sang istri.
Saat itu, korban sedang berada sendirian di dalam kamar sembari bermain ponsel. Pelaku kemudian menghampiri Aulia dan mencoba mencairkan suasana dengan mengajak korban berhubungan badan. Ia berharap ada rekonsiliasi secara fisik.
Namun, ajakan tersebut justru menjadi pemantik keributan. Korban secara tegas menolak keinginan suaminya, bahkan sempat melakukan perlawanan fisik dengan menendang pelaku agar menjauh.
Penolakan di tengah situasi rumah tangga yang sedang di ujung tanduk ini membuat ego pelaku runtuh dan berubah menjadi amarah yang tak terkendali.
Oga yang gelap mata kemudian membekap korban menggunakan baju dan mencekik leher wanita muda tersebut.
Meski kondisi korban sudah mulai melemah akibat cekikan yang kuat, pelaku mengaku masih diliputi hawa nafsu yang tidak terkontrol. Ironisnya, dalam kondisi korban yang tidak berdaya, pelaku tetap memaksakan kehendaknya untuk berhubungan badan.
Korban Dibunuh
Usai melampiaskan nafsunya, pelaku baru menyadari konsekuensi perbuatannya. Ia dilanda ketakutan hebat bahwa istrinya akan sadar dan melaporkan aksi kekerasan serta pemerkosaan tersebut kepada pihak keluarga maupun kepolisian.
Rasa panik yang kian memuncak membuat pelaku mengambil keputusan fatal. Ia menuju dapur dan mengambil sebilah pisau, lalu kembali ke kamar untuk memastikan korban bungkam selamanya dengan menggorok leher korban hingga tewas di tempat.
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, menegaskan bahwa tindakan keji ini didasari oleh motif sakit hati dan dendam yang menumpuk. Pelaku kini terancam hukuman berat atas perbuatan yang tidak hanya merenggut nyawa istrinya, tetapi juga janin yang merupakan darah dagingnya sendiri.
Skenario Palsu dan Penangkapan
Setelah memastikan istrinya tak bernyawa, Oga sempat mencoba menyusun skenario licik. Ia pulang ke rumah orang tuanya, berganti pakaian, dan tidur seolah tidak terjadi apa-apa.