Berita Internasional
Greenland Tegaskan Tak Ingin Jadi Milik AS, Pilih Berdiri Bersama Denmark dan NATO
Pemerintah Greenland secara terbuka menyatakan sikap politiknya dengan menolak ambisi Amerika Serikat untuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PILIHAN-Greenland-memilih-Denmark-dibdang-Amerika.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Pemerintah Greenland secara terbuka menyatakan sikap politiknya dengan menolak ambisi Amerika Serikat untuk menguasai wilayahnya.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa negaranya lebih memilih tetap bersama Denmark dibanding harus tunduk pada tekanan Amerika Serikat, menyusul pernyataan keras Presiden Donald Trump soal kepemilikan pulau Arktik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Nielsen dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen di Kopenhagen, Selasa (waktu setempat).
Ia menegaskan bahwa Greenland berada di barisan Denmark, NATO, dan Uni Eropa di tengah situasi yang disebutnya sebagai krisis geopolitik serius.
Baca juga: Amerika Ancam Jalur Non-Damai Kuasai Greenland, Takut Didahului Rusia dan China
“Jika saat ini kami dipaksa memilih antara Amerika Serikat dan Denmark, maka pilihan kami jelas, yaitu Denmark. Kami memilih NATO, Kerajaan Denmark, dan Uni Eropa,” ujar Nielsen.
Pernyataan tersebut muncul menjelang pertemuan penting antara pejabat tinggi Denmark dan Greenland dengan petinggi pemerintahan Amerika Serikat di Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt dijadwalkan bertemu Wakil Presiden AS J.D. Vance serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Rabu mendatang.
Pertemuan ini diminta oleh Denmark dan Greenland setelah Presiden Trump kembali meningkatkan retorikanya terkait Greenland.
Trump menilai wilayah semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark sejak 1953 itu sangat strategis bagi keamanan nasional Amerika Serikat, terutama untuk mencegah Rusia dan China memperluas pengaruh di kawasan Arktik.
Dalam beberapa pernyataannya, Trump bahkan menyebut Amerika Serikat akan memperoleh Greenland “dengan satu cara atau cara lain”.
Ia juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer, sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi keras dari Kopenhagen dan Nuuk.
Menanggapi ancaman tersebut, Nielsen menegaskan bahwa keinginan Trump sepenuhnya bertentangan dengan sikap rakyat Greenland.
Ia menyatakan dengan tegas bahwa Greenland tidak ingin dimiliki, diperintah, atau menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen yang berdiri di samping Nielsen menyebut tekanan dari Amerika Serikat sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”.
Pernyataan ini mencerminkan memburuknya hubungan diplomatik antara Denmark dan sekutu terdekatnya tersebut.
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|