Berita Internasional
Untuk Pertama Kali Sejak 1971, Somalia Duduki Kursi Ketua DK PBB
Somalia resmi mengambil alih kepemimpinan bergilir Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode Januari 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SOMALIA-Somalia-resmi-memimpin-Dewan-Keamanan-PBB.jpg)
Ringkasan Berita:
- Somalia resmi memimpin Dewan Keamanan PBB untuk Januari 2026, menandai kepemimpinan pertamanya sejak 1971–1972. '
- Duta Besar Somalia menyebut momen ini sebagai simbol kebangkitan politik dan komitmen terhadap multilateralisme serta hukum internasional.
- Selama masa kepemimpinan, Somalia akan memimpin debat tingkat tinggi tentang supremasi hukum dan situasi Timur Tengah.
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Somalia resmi mengambil alih kepemimpinan bergilir Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode Januari 2026.
Ini menjadi momen bersejarah karena merupakan pertama kalinya Somalia memimpin DK PBB sejak 1971–1972.
Duta Besar Somalia untuk PBB, Abukar Dahir Osman, menyebut kepemimpinan ini sebagai tonggak penting bagi negaranya.
Dalam konferensi pers pada Jumat, Osman menegaskan bahwa presidensi Somalia mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat multilateralisme di tengah dinamika global yang kompleks.
Menurut Osman, sepanjang setahun terakhir Somalia berupaya tampil sebagai “suara yang rasional, jembatan dialog, serta pembela prinsip hukum internasional dan penyelesaian sengketa secara damai.”
Baca juga: Iran Kirim Surat ke PBB, Kecam Ucapan Trump yang Dinilai Provokatif
Peran tersebut, kata dia, akan terus diperkuat selama Somalia memimpin DK PBB.
Selama Januari, Somalia telah menyiapkan sejumlah agenda strategis.
Pada 26 Januari, DK PBB akan menggelar debat tingkat tinggi mengenai penguatan supremasi hukum dalam perdamaian dan keamanan internasional, yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud.
Agenda berikutnya dijadwalkan 28 Januari, yakni debat terbuka tingkat tinggi tentang situasi Timur Tengah, yang juga akan diketuai oleh Presiden Somalia.
Kedua forum ini diharapkan menjadi ruang penting untuk mendorong dialog dan solusi diplomatik atas isu-isu global krusial.
Osman menegaskan, selama memegang presidensi DK PBB, Somalia berkomitmen menjunjung standar diplomasi tertinggi, dengan menekankan efisiensi, transparansi, serta pembangunan konsensus antarnegara anggota.
Kepemimpinan Somalia di DK PBB akan berakhir pada akhir Januari dan selanjutnya dilanjutkan oleh Inggris pada Februari.
Presidensi ini dinilai sebagai simbol kebangkitan politik Somalia di panggung internasional, meskipun negara tersebut masih menghadapi tantangan serius di dalam negeri, khususnya terkait keamanan dan tata kelola pemerintahan.
(*)
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|