Berita Internasional
Iran Kirim Surat ke PBB, Kecam Ucapan Trump yang Dinilai Provokatif
Iran melayangkan protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Iran-secara-resmi-meminta-Perserikatan-Bangsa-Bangsa-untuk-mengut.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran melayangkan protes resmi ke PBB atas pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang dinilai provokatif dan melanggar hukum internasional.
- Melalui surat ke Sekjen PBB dan Dewan Keamanan, Iran menegaskan haknya untuk melindungi kedaulatan dan memperingatkan Amerika Serikat soal potensi eskalasi.
- Langkah ini kembali menyoroti rapuhnya hubungan Iran-AS dan tantangan stabilitas keamanan kawasan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Iran melayangkan protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai provokatif dan melanggar hukum internasional.
Teheran mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan, untuk segera merespons ancaman tersebut di tengah meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara.
Protes itu disampaikan melalui surat Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB pada Jumat.
Dalam surat tersebut, Iran mengecam pernyataan Trump yang menyebut Amerika Serikat “siap tempur dan terkunci” dalam menyikapi situasi protes di Iran.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Gorontalo Minggu 4 Januari 2026: Waspada Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah
Teheran menilai pernyataan itu sebagai tindakan sembrono yang bertentangan dengan Piagam PBB dan prinsip dasar hukum internasional.
Iran juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan negara.
Pemerintah Iran menyatakan akan mengambil langkah tegas dan proporsional terhadap setiap ancaman, sekaligus menegaskan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas segala dampak dan potensi eskalasi yang ditimbulkan dari pernyataan tersebut.
Ketegangan ini kembali menyoroti rapuhnya hubungan Iran-AS serta menjadi ujian bagi peran PBB dalam menjaga stabilitas global.
Bagi kawasan Timur Tengah dan negara-negara sekitarnya, eskalasi retorika semacam ini dinilai dapat memperburuk situasi keamanan dan menuntut pendekatan diplomatik yang lebih hati-hati serta berorientasi pada penyelesaian damai.
(*)