Dugaan TNI TIkam Brimob
Dugaan Oknum TNI Terlibat Penikaman Brimob, Dandim Klarifikasi
Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam kasus penikaman terhadap empat anggota Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TIKAM-Komandan-Distrik-Militer-Dandim-1630Manggarai-Barat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kodim 1630/Manggarai Barat masih mendalami dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam kasus penikaman empat anggota Brimob di Labuan Bajo.
- Insiden berdarah itu terjadi saat para anggota Brimob pulang dari acara syukuran pelantikan rekan mereka di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.
- Empat anggota Brimob mengalami luka akibat senjata tajam dan dilarikan ke RS Siloam, sementara aparat terus mengumpulkan keterangan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
TRIBUNGORONTALO.COM – Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam kasus penikaman terhadap empat anggota Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi perhatian aparat.
Kodim 1630/Manggarai Barat belum memberikan kesimpulan terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan tersebut. Sejauh ini, satuan itu masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan berbagai keterangan sebelum menyampaikan penjelasan resmi kepada publik.
Baca juga: Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu Tinjau Pembangunan Masjid di Objek Wisata Pulau Dionumo
Menurut Budiman, langkah itu dilakukan agar informasi yang disampaikan nantinya benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan dan tidak menimbulkan spekulasi baru.
"Sementara dr Kodim masih melaksanakan pendalaman dan pengambilan keterangan," ujar Budiman saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Ia memastikan, apabila seluruh proses pengumpulan keterangan telah selesai dilakukan, Kodim akan menyampaikan klarifikasi secara terbuka mengenai perkembangan kasus tersebut.
"Besok akan kita klarifikasi bila sudah dapat keterangan yg akurat. Biar tdk simpang siur informasinya," katanya.
Pernyataan Dandim tersebut muncul setelah insiden penikaman terhadap empat anggota Brimob di Labuan Bajo menjadi sorotan publik. Informasi yang berkembang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam peristiwa itu.
Sebelumnya, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, mengungkapkan bahwa para anggota Brimob yang menjadi korban sempat menghadiri hajatan pelantikan salah seorang anggota Brimob di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6/2026).
Acara tersebut diawali dengan misa syukur sebelum dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah.
"Pada pukul 20.30 Wita, misa syukur selesai dan dilanjutkan dengan acara bebas," tutur Antonio.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 01.00 Wita pada Kamis (11/6/2026), ketika para anggota Brimob hendak kembali dari lokasi acara, mereka berpapasan dengan tiga orang yang kemudian diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Menurut Antonio, salah seorang dari tiga orang itu tiba-tiba melakukan tindakan yang memicu keributan.
"Salah seorang terduga pelaku langsung menendang salah satu anggota Brimob atas nama Bripda Rivaldo," ujarnya.