Kompas Gramedia
Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia dari Dewan Pers
Dewan Pers menganugrahi Pendiri Kompas Gramedia, Liliek Oetama menjadi Tokoh Pers Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CEO-Kompas-Gramedia-Liliek-Oetama-fffffffff8888.jpg)
Saat itu Jakob tinggal di kompleks Sekolah Vincentius di Kramat Raya, Jakarta Pusat atau sekarang menjadi kompleks Panti Asuhan Vincentius Putra.
Sambil mengajar di SMP, Jakob kemudian melanjutkan studinya pada tingkat tinggi.
Jakob memilih kuliah B-1 Ilmu Sejarah.
Setelah lulus, dia melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Publisistik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Minat menulis Jakob tumbuh seiring dengan belajar sejarah.
Kecintaannya dengan dunia jurnalistik tumbuh ketika mendapat pekerjaan sebagai sekretaris redaksi mingguan Penabur di Jakarta dan memutuskan berhenti mengajar pada 1956.
Tugas utamanya di Penabur adalah menjalankan peran sebagai pemimpin direksi.
Jakob sempat direkomendasikan mendapatkan beasiswa di University of Columbia, Amerika Serikat oleh salah satu guru Sejarahnya ketika bersekolah di B-1 Sejarah yang juga seorang pastor Belanda, Van den Berg, SJ.
Jakob akan memperoleh gelar PhD dan akan menjadi sejarawan atau dosen sejarah.
Tak hanya itu, Jakob juga sempat diterima sebagai dosen di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, dan disiapkan rumah dinas bagi keluarganya.
Unpar juga sudah menyiapkan rekomendasi PhD di Universitas Leuven, Belgia setelah Jakob beberapa tahun mengajar di sana.
Jakob merasa bimbang apakah ingin menjadi wartawan profesional ataukah guru profesional.
Kemudian, Jakob menemui Pastor JW Oudejans OFM, pemimpin umum di mingguan Penabur.
Oudejans, Pastor tersebut menasihatinya bahwa guru sudah banyak, tetapi wartawan tidak.
Saat itulah yang menjadikan titik balik Jakob untuk fokus menggeluti dunia jurnalistik.
Pada awal 1960-an, Jakob Oetama aktif menjadi pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia bersama Petrus Kanisiun (PK) Ojong.
Pada April 1961, PK Ojong mengajak Jakob untuk mendirikan sebuah majalah.
Majalah tersebut diberi nama Intisari, mengenai perkembangan dunia ilmu pengetahuan.
Majalah Intisari yang didirikan oleh Jakob Oetama dan PK Ojong Bersama J. Adisubrata dan Irawati SH pertama kali terbit pada 17 Agustus 1963.
Majalah ini bertujuan untuk memberi bacaan bermutu dan membuka cakrawala masyarakat Indonesia.
Intisari juga dibuat sebagai pandangan politik Jakob dan Ojong yang menolak belenggu terhadap masuknya informasi dari luar.
Dalam penerbitannya, Intisari juga melibatkan banyak ahli, di antaranya adalah ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal seperti Drs. Sanjoto Sasstromohardjo, dan sejarawan muda Nugroho Notosusanto.
Berkat pergaulan PK Ojong yang sangat luaslah Intisari berhasil terbit.
Dikutip dari kompas.com, kepekaan Jakob Oetama pada masalah manusia dan kemanusiaan yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.
Hingga lebih dari setengah abad kemudian, Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri.
Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.
Baginya, "Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan."
Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.
Almarhum berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia.
Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia.
Berikut sederet penghargaan yang pernah didapatkan Jakob Oetama semasa hidupnya, sebagaimana dikutip Kompas.com dari Kompas.id:
1973
Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah RI
1994
Wira Karya Kencana dari Kantor Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN, karena dianggap telah Berjasa dalam Gerakan KB Nasional
2003
Anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
2004
Chief Executive Officer (CEO) Terbaik Tahun 2003 dari Majalah SWA, Synovate Research Reinvented, dan Dunamis
2005
Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young Penghargaan dari Tiga Pilar Kemitraan berkaitan dengan Hari Antikorupsi Alumnus Teladan dari Universitas Gadjah Mada dalam Rangka Dies Natalis ke-56, Yogyakarta
2006
World Entrepreneur of the Year Academy 2006 dari Ernst & Young, Monaco
2007
Lifetime Achievement Award dari Bank BRI
2008
Lifetime Achievement Award dari PWI 2009 Bintang jasa “The Order of The Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang
9 Februari 2010
Number One Press Card dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
24 Maret 2010
Bintang Jasa The Order of The Rising Sun dan Gold Rays with Neck Ribbon dari pemerintah Jepang
18 Agustus 2010
Soegeng Sarjadi Award on Lifetime Achievement
19 April 2011
Medali Emas Spirit Jurnalisme dari Komunitas Hari Pers Nasional 2011
16 Oktober 2011
Tokoh berpengaruh penting dalam menyebarkan semangat dan kecakapan kewirausahaan bidang sosial dalam Ciputra Award
13 Juli 2012
Penghargaan Pengabdian 30 Tahun Tokoh Pers di Industri Media Cetak dari Serikat Perusahaan Pers (SPS)
10 Januari 2013
Jakob Oetama dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan media di Tanah Air, sekaligus mematangkan media massa untuk memperkuat demokrasi di Indonesia sehingga mendapat award di ajang Paramadina Award dari Universitas Paramadina
4 Juli 2013
Asia Communication Award dari Asian Media Information and Communication Centre (AMIC)
12 Juli 2013
Lifetime Award dari Asian Publishing Convention
5 September 2014
Gelar doktor kehormatan (”honoris causa”) dari Universitas Sebelas Maret UNS), Surakarta
8 Desember 2015
Life Time Achievement Award dari Tahir Foundation
3 Februari 2017
Penghargaan Lifetime Achievement Awards dari SPS
13 Mei 2017
Lifetime Achievement Award dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anugerah Dewan Pers 2025, Jakob Oetama Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia
| Kompas Gramedia Gorontalo Bertemu Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa |
|
|---|
| Kongres Wanita Indonesia Luncurkan Gerakan Waktu Bermain Anak saat Hari Anak Nasional 2025 |
|
|---|
| Bentara Budaya Jakarta Gelar Pameran Seni Rupa : Menggambar Dapat Mencegah Pelemahan Otak |
|
|---|
| 5 Aktivitas Seru Bareng Si Kecil di Rumah saat Liburan Sekolah |
|
|---|
| Grup Kompas Gramedia Silaturahmi ke Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Perkuat Sinergitas & Kekeluargaan |
|
|---|