Rabu, 4 Maret 2026

Kompas Gramedia

Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia dari Dewan Pers

Dewan Pers menganugrahi Pendiri Kompas Gramedia, Liliek Oetama menjadi Tokoh Pers Indonesia.

|
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia  Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia dari Dewan Pers
Kompas.com/HO/IST/Kompas.com/ Ruby Rachmadina
TOKOH PERS - CEO Kompas Gramedia Liliek Oetama menerima penghargaan Tokoh Pers 2025 atas nama mendiang Jakob Oetama dari Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/12/2025) 

Saat itu Jakob tinggal di kompleks Sekolah Vincentius di Kramat Raya, Jakarta Pusat atau sekarang menjadi kompleks Panti Asuhan Vincentius Putra.

Sambil mengajar di SMP, Jakob kemudian melanjutkan studinya pada tingkat tinggi.

Jakob memilih kuliah B-1 Ilmu Sejarah.

Setelah lulus, dia melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Publisistik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Minat menulis Jakob tumbuh seiring dengan belajar sejarah.

Kecintaannya dengan dunia jurnalistik tumbuh ketika mendapat pekerjaan sebagai sekretaris redaksi mingguan Penabur di Jakarta dan memutuskan berhenti mengajar pada 1956.

Tugas utamanya di Penabur adalah menjalankan peran sebagai pemimpin direksi.

Jakob sempat direkomendasikan mendapatkan beasiswa di University of Columbia, Amerika Serikat oleh salah satu guru Sejarahnya ketika bersekolah di B-1 Sejarah yang juga seorang pastor Belanda, Van den Berg, SJ.

Jakob akan memperoleh gelar PhD dan akan menjadi sejarawan atau dosen sejarah.

Tak hanya itu, Jakob juga sempat diterima sebagai dosen di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, dan disiapkan rumah dinas bagi keluarganya.

Unpar juga sudah menyiapkan rekomendasi PhD di Universitas Leuven, Belgia setelah Jakob beberapa tahun mengajar di sana.

Jakob merasa bimbang apakah ingin menjadi wartawan profesional ataukah guru profesional.

Kemudian, Jakob menemui Pastor JW Oudejans OFM, pemimpin umum di mingguan Penabur.

Oudejans, Pastor tersebut menasihatinya bahwa guru sudah banyak, tetapi wartawan tidak.

Saat itulah yang menjadikan titik balik Jakob untuk fokus menggeluti dunia jurnalistik.

Pada awal 1960-an, Jakob Oetama aktif menjadi pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia bersama Petrus Kanisiun (PK) Ojong.

Pada April 1961, PK Ojong mengajak Jakob untuk mendirikan sebuah majalah.

Majalah tersebut diberi nama Intisari, mengenai perkembangan dunia ilmu pengetahuan.

Majalah Intisari yang didirikan oleh Jakob Oetama dan PK Ojong Bersama J. Adisubrata dan Irawati SH pertama kali terbit pada 17 Agustus 1963.

Majalah ini bertujuan untuk memberi bacaan bermutu dan membuka cakrawala masyarakat Indonesia.

Intisari juga dibuat sebagai pandangan politik Jakob dan Ojong yang menolak belenggu terhadap masuknya informasi dari luar.

Dalam penerbitannya, Intisari juga melibatkan banyak ahli, di antaranya adalah ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal seperti Drs. Sanjoto Sasstromohardjo, dan sejarawan muda Nugroho Notosusanto.

Berkat pergaulan PK Ojong yang sangat luaslah Intisari berhasil terbit.

Dikutip dari kompas.com, kepekaan Jakob Oetama pada masalah manusia dan kemanusiaan yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian, Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri.

Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Baginya, "Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan."

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.

Almarhum berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia.

Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia.

Berikut sederet penghargaan yang pernah didapatkan Jakob Oetama semasa hidupnya, sebagaimana dikutip Kompas.com dari Kompas.id:

1973

Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah RI

1994

Wira Karya Kencana dari Kantor Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN, karena dianggap telah Berjasa dalam Gerakan KB Nasional

2003

Anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

2004

Chief Executive Officer (CEO) Terbaik Tahun 2003 dari Majalah SWA, Synovate Research Reinvented, dan Dunamis

2005

Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young Penghargaan dari Tiga Pilar Kemitraan berkaitan dengan Hari Antikorupsi Alumnus Teladan dari Universitas Gadjah Mada dalam Rangka Dies Natalis ke-56, Yogyakarta

2006

World Entrepreneur of the Year Academy 2006 dari Ernst & Young, Monaco

2007

Lifetime Achievement Award dari Bank BRI

2008

Lifetime Achievement Award dari PWI 2009 Bintang jasa “The Order of The Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang

9 Februari 2010

Number One Press Card dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

24 Maret 2010

Bintang Jasa The Order of The Rising Sun dan Gold Rays with Neck Ribbon dari pemerintah Jepang

18 Agustus 2010

Soegeng Sarjadi Award on Lifetime Achievement

19 April 2011

Medali Emas Spirit Jurnalisme dari Komunitas Hari Pers Nasional 2011

16 Oktober 2011

Tokoh berpengaruh penting dalam menyebarkan semangat dan kecakapan kewirausahaan bidang sosial dalam Ciputra Award

13 Juli 2012

Penghargaan Pengabdian 30 Tahun Tokoh Pers di Industri Media Cetak dari Serikat Perusahaan Pers (SPS)

10 Januari 2013

Jakob Oetama dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan media di Tanah Air, sekaligus mematangkan media massa untuk memperkuat demokrasi di Indonesia sehingga mendapat award di ajang Paramadina Award dari Universitas Paramadina

4 Juli 2013

Asia Communication Award dari Asian Media Information and Communication Centre (AMIC)

12 Juli 2013

Lifetime Award dari Asian Publishing Convention

5 September 2014

Gelar doktor kehormatan (”honoris causa”) dari Universitas Sebelas Maret UNS), Surakarta

8 Desember 2015

Life Time Achievement Award dari Tahir Foundation

3 Februari 2017

Penghargaan Lifetime Achievement Awards dari SPS

13 Mei 2017

Lifetime Achievement Award dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anugerah Dewan Pers 2025, Jakob Oetama Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved