Berita Nasional
Rocky Gerung Sindir Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Mencium Aroma Ambisi di Dalam Setiap Kebijakan
Rocky Gerung mengatakan dirinya mencium aroma ambisi di dalam setiap kebijakan yang diambil Purbaya. Bahwa komunikasi Purbaya terkesan mencari sensasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/090122-Rocky-Gerung.jpg)
"Sok jago-jagoan padahal tidak punya kemampuan. Tapi karena tidak ada pemimpin, seorang yang tampil sensasional langsung jadi idola. Ini juga gejala FOMO publik Indonesia," ujar Rocky Gerung.
Menurutnya, popularitas Purbaya bisa cepat naik dan bisa kapan saja meredup jika tidak dipertahankan.
"Di dalam teori komunikasi, Pak Purbaya ini berupaya langsung tiba di puncak. Tanpa aklimatisasi, begitu sudah di puncak, dia akan turun," kata Rocky Gerung.
Kendati demikian, kata Rocky Gerung, Purbaya tidak akan bisa naik ke pencalonan Pilpres 2029 jika tidak memiliki pendukung dan dukungan partai.
"Purbaya tidak memiliki partai sendiri, kecuali berusaha masuk ke Partai Gajah untuk mendapatkan backup politik," kata Rocky Gerung.
Elektabilitas Purbaya
Sikap dan kebijakan Purbaya belakangan ramai mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Sosok Purbaya relatif disukai masyarakat dengan gayanya yang ceplas-ceplos, ia bahkan disebut bak koboi.
Tak heran, jika namanya selalu dikait-kaitkan pada Pilpres 2029.
Berdasarkan hasil survei lembaga riset IndexPolitica Indonesia,
Dalam survei terbaru dari IndexPolitica Indonesia menunjukkan elektabilitas Purbaya sebagai calon wakil presiden 2029 berada di peringkat atas, yakni 28,65 persen.
Dalam hasil survei tersebut, nama Purbaya berada di posisi kedua dalam kategori elektabilitas calon presiden, tepat di bawah nama Prabowo Subianto.
Elektabilitas Purbaya mampu mengalahkan figur politik seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (12,35 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (15,75 persen) hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (20,15 persen).
Adapun, survei IndexPolitica bertajuk Menakar Persepsi Masyarakat terkait Isu Politik Menuju Pemilu 2029 digelar pada 1-10 Oktober 2025 dengan jumlah responden 1.610.
Tingkat toleransi kesalahan (Margin of Error) sekitar ±1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95,0 persen.
Menanggapi dukungan dan tingginya elektabilitas, Purbaya menegaskan dirinya hanya ingin fokus bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabwo.