Berita Nasional

Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Kasus Keracunan Program MBG, Kepala BGN Segera Dipanggil

Presiden Prabowo turun tangan tangani kasus keracunan MBG, panggil Kepala BGN untuk evaluasi dan solusi cepat bagi ribuan pelajar.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
Tangkapan layar Youtube Partai Demokrat
KASUS MBG - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Kongres Partai Demokrat di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Presiden Prabowo turun tangan tangani kasus keracunan MBG, panggil Kepala BGN untuk evaluasi dan solusi cepat bagi ribuan pelajar. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Setelah serangkaian kasus keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar di sejumlah daerah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan serius pemerintah. 

Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah yang menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah, khususnya mereka dari keluarga kurang mampu. 

Program ini bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan belajar mereka, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pola makan sehat sejak dini.

Presiden Prabowo Subianto, yang baru saja kembali ke Tanah Air usai melakukan kunjungan kerja ke empat negara selama sepekan, langsung memberikan perhatian penuh terhadap persoalan ini. 

Ia menegaskan, program strategis yang bertujuan memenuhi gizi anak-anak sekolah tersebut tidak boleh terganggu oleh lemahnya tata kelola maupun kelalaian teknis di lapangan.

Baca juga: 11 Provinsi Gelar Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Oktober 2025, Cek Daftar Lengkapnya

Prabowo mengakui bahwa setiap program berskala besar kerap menghadapi kendala pada tahap awal pelaksanaan. 

Namun, ia menekankan bahwa masalah seperti kasus keracunan harus segera diatasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan keresahan publik dan mengurangi kepercayaan masyarakat. 

Sebagai langkah awal, Kepala BGN, Dadan Hindayana, dipanggil untuk memberikan penjelasan, mengevaluasi penyebab keracunan, dan mencari solusi cepat agar kasus serupa tidak terulang.

Singkatnya, panggilan ini bertujuan untuk memastikan tanggung jawab tata kelola program MBG dijalankan dengan baik dan anak-anak tetap aman menerima makanan bergizi.

Menurut Presiden, tujuan utama MBG adalah memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan asupan bergizi layak setiap hari. 

Ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang bangsa, karena menyangkut kualitas generasi muda di masa depan. 

Oleh sebab itu, setiap hambatan harus ditangani dengan cepat dan tegas, baik oleh pemerintah pusat, daerah, maupun aparat penegak hukum yang kini ikut turun tangan melakukan investigasi.

Dilansir dari Kompas.com, seiring dengan itu, aparat penegak hukum juga bergerak. 

Baca juga: Cara Mudah Cek Penerima Bansos PKH Oktober 2025, Saldo Oktober dan Desember Cair Sekaligus

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan, tengah melakukan pendalaman terkait kasus keracunan MBG yang mencuat di berbagai daerah. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tim kepolisian telah turun langsung ke lokasi-lokasi kejadian untuk menelusuri penyebabnya.

“Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per satu,” ujar Listyo, di Mabes Polri, Jumat (26/9/2025). 

Meski begitu, Kapolri belum merinci lebih jauh soal perkembangan penyelidikan. 

Ia hanya memastikan, temuan resmi nantinya akan disampaikan ke publik. 

“Tentunya secara resmi nanti akan kita informasikan,” tutur dia. 

Di sisi lain, laporan dari lapangan menunjukkan jumlah korban terus meningkat. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat hingga Kamis (25/9/2025) siang, korban keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas telah mencapai 1.333 orang. 

Kasus pertama muncul dari klaster SPPG Cipari pada Senin (22/9/2025) hingga Selasa (23/9/2025) dengan 393 korban. 

Baca juga: Cara Dapat Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 2 Liter Oktober-November 2025, Simak Syaratnya

Tak lama berselang, kasus di Cihampelas menimpa 192 orang, terdiri dari 176 siswa SMKN 1 Cihampelas, tujuh siswa MA Al Mukhtariyah, delapan siswa MTs Al Mukhtariyah, dan seorang siswa SDN 1 Cihampelas. 

Sementara itu, 201 korban lainnya berasal dari klaster SPPG di Desa Neglasari, Citalem, dan Cijambu, Kecamatan Cipongkor. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 22 Februari 2026 (4 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:20
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved