Berita Internasional
Arab Saudi–Pakistan Teken Pakta Pertahanan, Siap Lawan Serangan Bersama
Arab Saudi dan Pakistan resmi menandatangani sebuah pakta pertahanan komprehensif yang memperkuat kerja sama militer kedua negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERTEMUAN-Putra-Mahkota-Saudi-Mohammed-bin-Salman-kanan.jpg)
Pakta Saudi–Pakistan juga memunculkan dimensi baru dalam persaingan dengan Iran.
Pakistan adalah satu-satunya negara Muslim dengan senjata nuklir, sehingga pakta ini memunculkan spekulasi tentang kemungkinan Riyadh mendapat “payung nuklir” dari Islamabad.
Seorang pejabat Saudi menyebut perjanjian itu “mencakup semua aspek militer”, ketika ditanya soal potensi perlindungan nuklir.
Hal ini berpotensi menambah kekhawatiran Iran, meski di sisi lain diplomasi antara kedua negara juga intensif dilakukan.
Pekan ini, Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Doha.
Ia juga menerima kunjungan Kepala Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, di Riyadh.
Namun, ketegangan tetap tinggi setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.
Respons India
Pakta pertahanan ini juga dipantau ketat oleh India, rival lama Pakistan.
Kedua negara Asia Selatan itu bahkan sempat kembali bentrok pada Mei lalu.
“Kami menyadari perkembangan ini dan akan mengkaji implikasinya terhadap keamanan nasional India serta stabilitas kawasan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, dalam pernyataan di platform X. (*)