Berita Internasional
“Amoeba Pemakan Otak” Renggut 19 Nyawa di Kerala, India
Setidaknya 19 orang dilaporkan meninggal akibat infeksi langka yang disebabkan oleh amoeba pemakan otak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AMOEBA-Wabah-mematikan-melanda-Kerala-India.jpg)
Korban Rentan dengan Penyakit Penyerta
Sejumlah pasien yang meninggal diketahui memiliki penyakit bawaan, seperti tuberkulosis, HIV, kanker, penyakit ginjal, diabetes, dan hipertensi.
“Amoeba itu ada di mana-mana. Ia menyerang ketika tubuh kita lemah,” kata seorang pejabat kesehatan Kerala kepada New Indian Express.
Meski jumlah kasus meningkat, dokter menilai tingkat kematian mulai menurun berkat agresivitas tes dan diagnosis dini.
Pada Juli 2024, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari Kozhikode tercatat sebagai pasien pertama di India yang berhasil selamat dari PAM, bergabung dengan hanya 10 penyintas lain di seluruh dunia.
Faktor Perubahan Iklim
Pakar kesehatan di Kerala menyebut perubahan iklim sebagai pemicu meningkatnya kasus.
Kenaikan suhu membuat organisme seperti Naegleria fowleri berkembang lebih cepat. Kontaminasi air oleh bakteri dari limbah juga memperburuk situasi.
Kerala sebelumnya hanya mencatat delapan kasus dari 2016 hingga 2022, namun jumlah itu melonjak menjadi 36 kasus dengan sembilan kematian pada 2023.
Dengan tren terbaru, para ahli menilai penyakit mematikan ini bisa menjadi ancaman serius jika tidak ditangani dengan cepat dan terukur. (*)