Berita Internasional
Putin Copot Dmitry Kozak Gara-gara Dorong Damai dengan Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mencopot Dmitry Kozak, salah satu penasihat dekatnya, dari posisi senior di Kremlin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMECATAN-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-telah-mencopot-Dmitry-Kozak.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mencopot Dmitry Kozak, salah satu penasihat dekatnya, dari posisi senior di Kremlin.
Menurut analisis Institute for the Study of War (ISW), langkah ini menandai konsolidasi kekuasaan di lingkaran Putin yang kian bulat mendukung kelanjutan perang di Ukraina ketimbang membuka ruang negosiasi.
Kozak dikenal sebagai sosok yang beberapa kali mendorong dialog damai dengan Ukraina.
Namun, pandangannya yang berseberangan dengan tuntutan “maksimalis” Putin membuat posisinya tergeser.
ISW mencatat, para pejabat senior Kremlin dengan restu Putin menyingkirkan Kozak setelah perbedaan pendapat yang terus berulang terkait arah perang.
Media Rusia melaporkan pada 17 September bahwa Kozak mengundurkan diri pada akhir pekan 13–14 September.
Ia kini dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah peluang bisnis.
Sebelumnya sempat beredar spekulasi bahwa ia akan ditunjuk sebagai utusan presiden untuk Distrik Federal Barat Laut, namun keluarnya Kozak kali ini tampak sebagai perpisahan penuh dari struktur kekuasaan Kremlin.
Kozak merupakan satu-satunya anggota rapat Dewan Keamanan Rusia pada 21 Februari 2022 yang menolak invasi skala penuh ke Ukraina.
Di awal konflik, ia berupaya menjadi mediator untuk mencapai kesepakatan yang bisa mencegah Ukraina bergabung dengan NATO.
Namun usulan itu ditolak Putin, yang lebih memilih agenda ekspansi teritorial.
Belakangan, pengaruh Kozak makin melemah karena ia kerap menyarankan penghentian operasi militer, pembukaan negosiasi damai, serta pembatasan peran aparat keamanan Rusia.
Pencopotan Kozak memperkuat posisi Sergei Kiriyenko, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia.
Kiriyenko kini mengambil alih sejumlah tanggung jawab yang sebelumnya dipegang Kozak, termasuk strategi Kremlin di Ukraina dan baru-baru ini juga di Moldova.
Langkah ini mencerminkan semakin solidnya barisan Kremlin di belakang kebijakan perang Putin. (*)
Damai dengan Ukraina
drone Ukraina
Putin Copot Dmitry Kozak
Institute for the Study of War
Berita Internasional
| Iran Kembali Serang Pangkalan Militer Amerika di Saudi, Pesawat E-3 Sentry Kena Hantam! |
|
|---|
| Perang Iran Picu Krisis Pangan Global, Pupuk Langka dan Harga Terancam Naik |
|
|---|
| Ditekan Trump, Inggris Ogah Ikut Terlibat Lebih Jauh di Konflik Iran |
|
|---|
| Analis Ungkap Penyebab Emas Anjlok di Maret 2026 |
|
|---|
| Komandan IRGC Dilaporkan Meninggal, Iran Klaim Bakal Luncurkan Puluhan Serangan |
|
|---|