Berita Internasional
Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harap Teheran Mau Berunding dengan Washington
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa waktu setempat kembali melontarkan pernyataan bernada tekanan terhadap Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Presiden-AS-Donald-Trump-mengklaim-armada.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengklaim armada militer Amerika Serikat kembali bergerak menuju Iran dan berharap Teheran memilih jalur kesepakatan.
- Di tengah meningkatnya ketegangan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran.
- Iran sendiri menyatakan terbuka terhadap upaya pencegahan perang selama sesuai hukum internasional.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa waktu setempat kembali melontarkan pernyataan bernada tekanan terhadap Iran.
Trump mengklaim bahwa satu armada militer Amerika Serikat lainnya saat ini sedang bergerak menuju wilayah Iran, seraya menyatakan harapannya agar Teheran memilih jalan diplomasi dan mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” ujar Trump dalam sebuah pidato.
“Saya berharap mereka mau membuat kesepakatan,” lanjutnya.
Ketidakpastian mengenai kemungkinan aksi militer terhadap Iran terus membayangi setelah pekan lalu Trump menyatakan bahwa sebuah “armada” Amerika Serikat telah bergerak ke arah negara tersebut.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia berharap tidak perlu menggunakan kekuatan militer tersebut.
Baca juga: Terkini! Gempa Bumi Terjadi Rabu Sore 28 Januari 2025, Terjadi di Laut, Cek Kedalaman
Peringatan Trump kepada Teheran sebelumnya disampaikan dalam konteks larangan keras terhadap tindakan pembunuhan demonstran serta potensi dimulainya kembali program nuklir Iran.
Namun, demonstrasi yang sempat meluas di berbagai wilayah Iran belakangan dilaporkan mulai mereda.
Di sisi lain, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan sikap tegas Riyadh terkait eskalasi konflik di kawasan.
Dalam percakapan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Mohammed bin Salman menegaskan bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk aksi militer terhadap Iran.
Kantor berita pemerintah Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa dalam percakapan tersebut, putra mahkota menyatakan dukungan penuh terhadap setiap upaya yang bertujuan menyelesaikan perbedaan melalui dialog demi memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan kepada Mohammed bin Salman bahwa Teheran menyambut baik setiap proses yang berjalan dalam kerangka hukum internasional guna mencegah terjadinya perang.
Pernyataan dari penguasa de facto Arab Saudi ini menyusul sikap serupa yang lebih dulu disampaikan oleh Uni Emirat Arab, yang juga menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun perairannya digunakan untuk kepentingan aksi militer terhadap Iran.
Baca juga: Jelang Duel Liga Champions, Jose Mourinho Sebut Pelatih Real Madrid Alvaro Seperti Anaknya
Iran sendiri dalam beberapa waktu terakhir dilanda gelombang protes besar-besaran.
Kelompok pemerhati hak asasi manusia menyebut bahwa aparat keamanan Iran telah menewaskan ribuan orang dalam penanganan unjuk rasa tersebut, termasuk warga sipil yang tidak terlibat langsung.
Pemerintah Iran membantah tudingan tersebut dan menuduh Amerika Serikat serta Israel berada di balik gejolak dan ketidakstabilan yang terjadi di dalam negeri.
(*)