TNI Vs Ferry Irwandi
Pengamat Connie Bakrie Kritik TNI Sibuk Urusi Ferry Irwandi 'Tidak Masuk Akal'
Tindakan sejumlah jenderal TNI dalam upaya melaporkan influencer Ferry Irwandi ke polisi disoroti Pengamat Pertahanan, Prof Connie Rahakundini Bakrie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prof-Connie-kritik-TNI-sibuk-urusi-Ferry-Irwandi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Tindakan sejumlah jenderal TNI dalam upaya melaporkan influencer Ferry Irwandi ke polisi disoroti Prof Connie Rahakundini Bakrie.
Melansir dari Kompas.com, Connie Rahakundini Bakrie dikenal sebagai pengamat pertahanan dan militer serta akademisi. Ia juga merupakan seorang penulis dan kontributor media.
Connie merupakan pakar pertahanan maritim, dirgantara, dan intelijen. Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Negeri Saint Petersburg, Rusia.
Connie memiliki karier panjang di berbagai lembaga pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut catatan Kompas.com, Connie pernah menjadi dosen di sejumlah institusi, termasuk Universitas Jenderal Achmad Yani dan Sekolah Diplomat Kementerian Luar Negeri.
Ia memainkan peranan penting dalam sektor pertahanan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Kritik Upaya TNI Laporkan Ferry Irwandi
Dalam pandangan Connie, tindakan TNI ini justru menurunkan wibawa institusi militer itu sendiri.
"TNI versus Irwandi itu menurut saya tidak masuk akal," kata Connie dalam unggahan di Instagram resminya, seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (10/9/2025).
Connie mempertanyakan mengapa TNI, sebagai institusi pertahanan negara, merasa perlu menargetkan warga sipil seperti Ferry Irwandi.
Ia menyebut langkah ini seolah-olah TNI menganggap Irwandi sebagai "ancaman siber".
Menurutnya, jika memang ada dugaan campur tangan asing, seperti yang sering disebut-sebut terkait George Soros, seharusnya TNI fokus membongkar hal tersebut, bukan mengurusi warga sipil.
"Kalau memang benar ada permainan asing, misalnya operasi Soros seperti yang sering disebut-sebut, kenapa tidak itu yang dibongkar? Kenapa justru sibuk menghadapi seorang Irwandi?" sindir Connie.
Lebih lanjut, Connie berpendapat bahwa TNI bisa dengan mudah menemukan dan menangkap Ferry tanpa harus mempublikasikannya secara berlebihan. Ia menilai, tindakan ini terlihat seperti mencari sensasi.
"Ini loh kenapa ya kalau bisanya cuma nangkep urusan Irwandi yang gampang sekali rumahnya kalau enggak salah di Sentul, dan enggak usah juga pakai publikasi ramai begitu," tambahnya.