Evaluasi Mobil Dinas
BREAKING NEWS: Wali Kota Gorontalo Tarik 17 Mobil Dinas yang Dipakai Pejabat Eselon III
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil langkah tegas dengan menarik 17 unit mobil dinas dari pejabat eselon III Pemkot Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-mobil-berplat-merah-terparkir-di-Kantor-Wali-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil langkah tegas dengan menarik 17 unit mobil dinas dari pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan kendaraan operasional.
Adhan menegaskan, mobil dinas hanya akan diberikan kepada pejabat yang memiliki tugas lapangan dan benar-benar membutuhkannya.
"Kumpul semua yang di eselon III yang memiliki otoritas pakai kendaraan dinas, kita lihat. Kalau hanya tugas rumah ke kantor, untuk apa pakai mobil," tegas Adhan saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (10/9/2025).
Ia menyoroti penggunaan mobil dinas di lingkungan sekretariat yang dianggapnya tidak relevan, karena berbeda dengan dinas teknis yang sering melakukan kegiatan lapangan.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas harus adil dan tidak boleh pilih kasih.
“Kalau sekretariat memiliki kendaraan dinas, itu lucu. Karena sekretariat tidak sama dengan dinas teknis. Jangan ada pilih kasih, kalau ada yang dapat, semua harus dapat. Kalau tidak, ya jangan,” ujarnya.
Efisiensi Anggaran dan Penertiban
Adhan menyebut, 17 mobil yang saat ini berada di kantor Wali Kota akan ditarik sementara untuk dievaluasi. Jika nantinya hanya beberapa yang dinilai layak untuk kebutuhan lapangan, sisanya akan ditarik.
"Seandainya dari 17 mobil itu, setelah kita evaluasi hanya lima yang layak dipakai untuk kebutuhan lapangan, maka sisanya akan kita tarik. Bisa saja nanti akan dilelang atau digunakan sesuai kebutuhan yang jelas," katanya.
Ia juga menekankan bahwa biaya perawatan mobil dinas tidak boleh membebani anggaran daerah jika penggunaannya tidak sesuai aturan.
"Kalau ada perbaikan dan pemeliharaan mobil, uangnya pasti dari Pemda. Jadi lebih baik kita tarik semua, lalu kita tentukan siapa yang benar-benar berhak pakai," pungkasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, puluhan mobil berpelat merah tampak terparkir rapi di halaman depan Kantor Wali Kota. Sejumlah pejabat eselon III terlihat menyerahkan kunci mobil mereka kepada petugas.
Adhan Dambea hadir langsung mengawasi proses penarikan, memastikan setiap kendaraan dievaluasi dengan teliti.
Langkah ini, selain bertujuan menertibkan penggunaan kendaraan, juga merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran, memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif untuk pelayanan masyarakat.
(tribungorontalo.com/jp)