Berita Gorontalo
Pejabat Serahkan Kunci, Wali Kota Gorontalo Evaluasi Penggunaan Mobil Dinas
Deretan mobil dinas berplat merah tampak berjajar rapi di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, Rabu (10/9/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DERETAN-MOBIL-DINAS-Mobil-dinas-di-depan-kantor-Wali-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Deretan mobil dinas berplat merah tampak berjajar rapi di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, Rabu (10/9/2025).
Satu per satu pejabat eselon III menyerahkan kunci kendaraan mereka, menyusul kebijakan tegas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, untuk mengevaluasi penggunaan kendaraan dinas (randis).
Adhan menegaskan, mobil dinas hanya akan dipakai oleh pejabat yang benar-benar memiliki tugas lapangan dan membutuhkan kendaraan operasional.
“Kalau hanya tugas kantor–rumah ke kantor, untuk apa pakai mobil. Kalau tugasnya turun ke lapangan, misalnya pertanian atau perhubungan, itu baru dibutuhkan,” ujar Adhan.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas harus adil dan tepat sasaran.
Ia menyoroti keberadaan mobil dinas di lingkungan sekretariat yang dinilai tidak sebanding dengan dinas teknis.
“Kalau sekretariat memiliki kendaraan dinas, itu lucu. Karena sekretariat tidak sama dengan dinas teknis. Jangan ada pilih kasih, kalau ada yang dapat, semua harus dapat. Kalau tidak, ya jangan,” tegasnya.
Data menunjukkan ada 17 unit mobil dinas yang kini ditarik sementara ke Kantor Wali Kota untuk dievaluasi.
Adhan memastikan, jika hanya sebagian kecil yang memang layak dipakai untuk kebutuhan operasional, maka sisanya akan ditarik permanen.
“Seandainya dari 17 mobil itu, setelah kita evaluasi hanya lima yang layak dipakai untuk kebutuhan lapangan, maka sisanya akan kita tarik. Bisa saja nanti akan dilelang atau digunakan sesuai kebutuhan yang jelas,” jelasnya.
Langkah ini juga dinilai penting untuk menghemat anggaran daerah, khususnya biaya perawatan mobil dinas yang selama ini ditanggung pemerintah.
“Kalau ada perbaikan dan pemeliharaan mobil, uangnya pasti dari Pemda. Jadi lebih baik kita tarik semua, lalu kita tentukan siapa yang benar-benar berhak pakai,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana penarikan berlangsung tertib.
Beberapa sopir dan staf sibuk memindahkan kendaraan agar berjajar rapi, sementara Adhan sendiri tampak mengawasi langsung, bahkan memeriksa kondisi luar dan interior mobil satu per satu.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Gorontalo berharap setiap rupiah anggaran dapat digunakan efektif dan mobil dinas benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan untuk mendukung pelayanan masyarakat, bukan sekadar fasilitas kenyamanan bagi pejabat. (*)
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|