Kamis, 5 Maret 2026

Update Kondisi Nepal

Eks Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki Siap Pimpin Pemerintahan Sementara

Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, menyatakan kesiapannya untuk memimpin pemerintahan sementara.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Eks Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki Siap Pimpin Pemerintahan Sementara
Nepal1
JADI PEMIMPINM -- Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, 

Tak cuma itu, lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka akibat aksi protes besar-besaran yang melibatkan Generasi Z di berbagai wilayah negeri itu.

Sekretaris Kementerian, Dr Bikas Devkota, menyampaikan bahwa pihaknya mencatat total 30 kematian dan 1.061 kasus perawatan yang tersebar di 29 rumah sakit di seluruh negeri.

Data tersebut diperoleh setelah kementerian menghubungi berbagai rumah sakit yang menangani korban protes.

“Jumlah korban ini merupakan akumulasi dari insiden yang terjadi selama aksi protes Gen Z berlangsung. Berdasarkan data, tercatat enam korban meninggal di Civil Service Hospital, delapan di National Trauma Centre, tiga di Everest Hospital, dua di Kathmandu Medical College Sinamangal, satu di Tribhuvan University Teaching Hospital, tiga di Frontline Hospital, dua di BP Koirala Institute of Health Sciences Dharan, serta lima di Bheri Hospital,” ujar Dr. Devkota.

Selain korban meninggal, sebanyak 274 orang yang terluka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, 56 orang dirujuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk penanganan lebih lanjut, dan 719 orang lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Hingga saat ini, distribusi pasien luka-luka di sejumlah fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut: 48 orang dirawat di Civil Service Hospital, 58 di Trauma Centre, 20 di Bir Hospital, 25 di Tribhuvan University Teaching Hospital, 24 di Kathmandu Medical College, dan 26 orang di Birendra Military Hospital.

Lonjakan jumlah korban ini menegaskan betapa kerasnya bentrokan dalam gelombang protes Gen Z di Nepal, yang terus menyita perhatian publik dan memicu kekhawatiran atas eskalasi krisis sosial di negara tersebut.

Awal Mula Kerusuhan Nepal

Kerusuhan bermula dari kebijakan pemerintah yang melarang akses ke 26 platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, dan X.

Larangan tersebut memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan muda yang aktif di ruang digital.

Meski aturan itu sempat dicabut, demonstrasi terus membesar dan berubah menjadi gerakan nasional menentang korupsi, nepotisme, dan otoritarianisme.

Perdana Menteri K.P. Sharma Oli resmi mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025), menyusul bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai ratusan lainnya.

Tentara bersenjata kini mengambil alih pengamanan di ibu kota Kathmandu dan sejumlah kota besar lainnya.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved