Reshuffle Kabinet
Baru Sehari Menjabat, Menkeu Purbaya Diminta Diminta Mundur Usai Ucapkan Pernyataan Kontroversial
Baru sehari menjabat, Menteri Keuangan Purbaya langsung dikecam diminta mengundurkan diri usai sebut 17+8 Tuntutan Rakyat hanya suara kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menkeu-purbaya.jpg)
Selain itu, Purbaya sempat ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada November 2015-Juli 2016.
Pada April 2015-September 2015, Purbaya menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
Jabatan selanjutnya yakni, Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2010-2014.
Kemudian, dirinya juga pernah menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional pada 2010-2014.
Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Juni 2016.
Ia lalu ditunjuk sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri pada 2016.
Baca juga: Laman SSCASN Sering Down saat Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu 2025? Ini Tipsnya Agar Proses Lancar
Pada 2015, Purbaya dipilih sebagai Anggota Indonesia Economic Forum.
Sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya Yudhi Sadewa mempunyai karier sebagai berikut:
- Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994);
- Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005);
- Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008);
- Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013);
- Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015).
Harta Kekayaan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya diketahui memiliki total kekayaan sebesar Rp 39,21 miliar atau meningkat 19,36 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 32,84 miliar.
Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), komponen harta kekayaan Purbaya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 30,50 miliar. Tanah ini terutama berada di Jakarta Selatan.
Purbaya juga memiliki kendaraan mobil Mercedes-Benz tahun 2008 senilai Rp 200 juta, BMW Jeep tahun 2019 senilai Rp 1,60 miliar.
Kemudian Toyota Alphard Minibus tahun 2019 senilai Rp 1 miliar dan Peugeot 5008 tahun 2019 senilai Rp 730 juta.
Baca juga: Moch Irfan Yusuf Resmi Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama di Indonesia, Ini Profil dan Sosoknya
Sedangkan kendaraan roda dua atau motor Yamaha XMAX 2018 sebesar Rp 55 juta, Honda Vario 125 tahun 2021 sebesar Rp 21 juta.
Lalu Surat berharga negara total Ro 220 juta, kas dan setara kas senilai Rp 4,20 miliar.
Rinciannya LHKPN
- Total kekayaan di 2024 senilai Rp 39,21 miliar
- Tanah dan Bangunan Rp 30,50 miliar
- Kendaraan (mobil) Rp 3,53 miliar
- Motor Rp 76 juta
- Surat berharga Rp 220 juta
- Kas dan setara kas Rp 4,20 miliar
- Utang : tidak ada. (*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com