Reshuffle Kabinet
Baru Sehari Menjabat, Menkeu Purbaya Diminta Diminta Mundur Usai Ucapkan Pernyataan Kontroversial
Baru sehari menjabat, Menteri Keuangan Purbaya langsung dikecam diminta mengundurkan diri usai sebut 17+8 Tuntutan Rakyat hanya suara kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menkeu-purbaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sehari setelah resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menjadi sorotan publik.
Pernyataan pertamanya terkait 17+8 Tuntutan Rakyat dianggap kontroversial dan memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak.
Mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta turun ke jalan Selasa (9/9/2025) siang untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.
Massa menuntut agar Purbaya menunjukkan tanggung jawab penuh atau mundur dari jabatannya.
Pernyataan Purbaya yang menyebut tuntutan 17+8 sebagai “suara sebagian rakyat kecil” dianggap meremehkan aspirasi masyarakat luas.
Aksi mahasiswa ini menegaskan bahwa publik tidak main-main dalam menagih janji pemerintah, terutama terkait isu kesejahteraan dan hak-hak masyarakat yang sudah lama tertunda.
Baca juga: Hadir dengan Layar 120Hz dan Kamera Depan 24MP, Begini Harga HP iPhone 17 Series Jelang Rilis
Sementara itu, Purbaya sendiri menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa menjadi solusi agar aspirasi masyarakat tersalurkan dengan cara lain.
Namun, pernyataannya ini justru memicu kritik keras karena dianggap mengabaikan konteks nyata tuntutan rakyat.
Dilansir dari WartakotaLive.com, massa Aksi ini langsung mengepung di depan gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Barat sekitar pukul 14.30
"Baru satu hari dia menjabat sebagai menteri dia sudah langsung menyatakan pernyataan yang luar biasanya mengecewakan, luar biasanya menyakitkan bagi masyarakat karena dia mengecilkan suara masyarakat, dia mengecilkan penindasan yang dialami oleh masyarakat," ucap Diallo.
Padahal menurutnya, berbagai tuntutan yang disuarakan oleh masyarakat kecil itu bukan semata lahir karena keinginan masyarakat.
Melainkan ada pemantik yang membuat masyarakat lelah dengan kondisi saat ini, di mana bobroknya kinerja pemerintah dalam menjamin kesejahteraan setiap anak bangsa.
Atas hal itu, Diallo menilai agar seharusnya Purbaya yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo itu dicopot atau minimal sadar diri untuk mundur dari jabatannya.
"Dia (Purbaya) mengecilkan setiap tuntutan, yang mana tuntutan ini bukan lahir karena ingin menuntut, (tapi) karena mereka bobrok, karena mereka membunuh saudara mereka, karena mereka tidak memberikan kami hak yang cukup, mending ganti saja, mundur saja," tukas dia.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: 2 OPD Bakal Dilebur hingga Pembangunan Kanal Tanggidaa Dikebut
Sebelumnya, Purbaya saat ditanya soal 17+8 Tuntutan Rakyat yang masih ramai digaungkan publik di media sosial, mengaku belum mempelajarinya.
Namun, menurutnya, 17+8 Tuntutan Rakyat merupakan suara sebagian rakyat kecil yang dinilainya terganggu atas situasi saat ini.