Jumat, 3 April 2026

Kecelakaan Kapal Nazila 05

Cerita Jefry Tugiman ABK Nazila 05, Detik-detik Mencekam saat Kapal Tenggelam di Perairan Taliabu

Cerita Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK)  KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Cerita Jefry Tugiman ABK Nazila 05, Detik-detik Mencekam saat Kapal Tenggelam di Perairan Taliabu
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
ABK -  Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK)  KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara 

"Sempat siaran langsung saat Starlink masih hidup," ujarnya. 

Langkah it menjadi cara mereka mengirimkan pesan darurat. 

Para ABK akhirnya bertahan selama 13 jam mengapung di laut sebelum ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat.

Kronologi KM Nazila 05 Tenggelam di  Laut Taliabu Maluku Utara

KAPAL TENGGELAM -- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal Nazila 05. Para ABK sudah tiba di Pelabuhan Pelindo Gorontalo pada  Selasa (31/03/2026)  pukul 21.24 Wita.
KAPAL TENGGELAM -- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal Nazila 05. Para ABK sudah tiba di Pelabuhan Pelindo Gorontalo pada  Selasa (31/03/2026)  pukul 21.24 Wita. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan kecelakaan kapal bermula saat kapal bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 18.00 WIT.

Dalam perjalanan, kapal mengalami kerusakan serius akibat cuaca buruk yang melanda perairan tersebut.

"Pada Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIT, Kapal mengalami kerusakan akibat cuaca buruk," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Kerusakan itu semakin parah hingga menyebabkan bagian haluan kapal patah.  Nahkoda kemudian menghubungi pemilik kapal untuk melaporkan kondisi darurat yang dihadapi.

Situasi memburuk saat kapal akhirnya tidak bisa diselamatkan dan tenggelam.  Seluruh ABK pun terpaksa melakukan evakuasi mandiri menggunakan perahu kecil.

Sekitar pukul 04.00 WIT, nahkoda kembali memberi kabar bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh kru berada di atas long boat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu segera mengoordinasikan operasi SAR dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk KN SAR Bhisma dan RB 216 Gorontalo.

Heriyanto menegaskan bahwa secara kewenangan operasi berada di bawah Basarnas Palu, sementara pihak Gorontalo memberikan dukungan dalam proses pencarian.

Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak dini hari untuk menyisir lokasi kejadian.  KN SAR Bhisma menuju titik koordinat awal pada Selasa 31 Maret 2026 pukul 03.00 Wita, namun belum membuahkan hasil.

Sementara itu, tim dari Gorontalo juga dikerahkan untuk memperkuat pencarian di lapangan. "Dan kami berangkatkan KN SAR 216 tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita menuju LKP dan tiba di LKP pukul 03.30 dan langsung melakukan pencarian," jelasnya. 

Upaya pencarian terus dilakukan dengan memperluas area dan memperkuat koordinasi antar unsur SAR.

Titik terang mulai terlihat setelah Com Center Palu berkoordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan yang memberikan informasi posisi korban.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved