Kecelakaan Kapal Nazila 05
Cerita Jefry Tugiman ABK Nazila 05, Detik-detik Mencekam saat Kapal Tenggelam di Perairan Taliabu
Cerita Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK) KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jefry-Tugiman-34-anak-buah-kapal-ABK-KM-Nazila-05-ttttt.jpg)
Ringkasan Berita:
- Cerita Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK) KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara
- Jefry Tugiman mengaku sempat melakukan siaran langsung (Live) Facebook detik-detik mencekam saat Kapal Nazila 05 tenggelam
TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita Jefry Tugiman (34) anak buah kapal (ABK) KM Nazila 05 yang tenggelam di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara
Jefry Tugiman mengaku sempat melakukan siaran langsung (Live) Facebook detik-detik mencekam saat Kapal Nazila 05 tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu
Di tengah kepanikan dan cuaca buruk, para ABK bahkan sempat melakukan siaran langsung di Facebook menggunakan jaringan Starlink.
Jefry mengungkapkan, awalnya kapal tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum akhirnya masalah pada lambung diketahui oleh kapten kapal.
"Kapal tidak ada tanda-tanda kerusakan," ungkapnya saat sudah dievakuasi di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (31/3/2026) malam.
Ia menjelaskan, begitu kerusakan terdeteksi, suasana di atas kapal langsung berubah menjadi panik."Langsung panik semua," tukasnya.
Meski dilanda kepanikan, para ABK masih berupaya menyelamatkan barang-barang sebelum kapal benar-benar tenggelam.
Namun situasi semakin sulit saat air mulai masuk ke dalam kapal akibat lambung yang pecah.
Dalam kondisi darurat itu, sempat ada upaya untuk mengatasi air yang masuk, namun Jefry menyadari kondisi sudah tidak memungkinkan.
"Saat air masuk, mereka bilang airnya dikeluarkan saja, tapi saya bilang sudah tidak bisa, karena sudah pecah bagian lambung kapal," terangnya.
Kapalpun akhirnya tidak bisa diselamatkan. Para ABK bertahan menggunakan pelampung, gabus, dan sampan kecil di tengah laut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
"Cuaca buruk, ombak besar dan ribut waktu itu," kata Jefry.
Di tengah situasi genting tersebut, muncul satu upaya yang tak biasa.
Para ABK memanfaatkan koneksi Starlink yang masih aktif untuk menyiarkan kondisi mereka secara langsung di media sosial.
Upaya ini dilakukan agar keberadaan mereka segera diketahui oleh pihak luar, termasuk keluarga.