Berita Kesehatan Gorontalo
Pola Makan Sehari-hari Berperan Besar Kendalikan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes
Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan dua penyakit kronis yang sangat umum terjadi di berbagai belahan dunia. Kedua kondisi ini sanga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DARAH-TINGGI-Terungkap-penyebab-darah-tinggi-di-Gorontalo.jpg)
Dalam jangka panjang, pola makan yang tinggi gula rafinasi dan karbohidrat sederhana dapat memicu berkembangnya diabetes tipe 2.
Jenis lemak yang dikonsumsi juga memainkan peran penting dalam mengelola kedua kondisi tersebut. Tidak semua lemak berdampak buruk bagi kesehatan.
Lemak jenuh dan lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung.
Jenis lemak tidak sehat ini sering ditemukan dalam makanan yang digoreng, kue-kue, camilan kemasan, serta produk yang dibuat dengan minyak terhidrogenasi.
Sebaliknya, ada pula jenis lemak yang lebih sehat bagi tubuh. Makanan seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung lemak yang dapat mendukung kesehatan jantung.
Lemak sehat ini membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya serta meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
Pilihan sumber protein juga tidak kalah penting. Daging merah dan produk susu tinggi lemak mengandung kadar lemak jenuh yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kolesterol dan memperburuk kesehatan jantung.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, sumber protein tanpa lemak bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Ayam, kalkun, ikan, kacang-kacangan, lentil, serta tahu mengandung nutrisi penting tanpa tambahan lemak tidak sehat.
Konsumsi alkohol juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi tekanan darah maupun kadar gula darah.
Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan bahkan mengganggu efektivitas obat yang digunakan untuk mengendalikan hipertensi.
Bagi penderita diabetes, alkohol juga dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah yang sulit diprediksi.
Dalam beberapa kasus, alkohol dapat membuat kadar gula darah meningkat, namun pada kondisi lain justru bisa menurunkannya secara drastis.
Selain itu, konsumsi biji-bijian olahan atau refined grains juga sebaiknya dibatasi.
Makanan seperti roti putih, nasi putih, dan sereal sarapan manis dicerna dengan sangat cepat oleh tubuh sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Sebagai gantinya, biji-bijian utuh atau whole grains menjadi pilihan yang lebih sehat.