Kriminal Gorontalo
Untuk Ketiga Kalinya Kotak Amal Masjid Terapung Pohuwato Gorontalo Dibobol Maling
Aksi pencurian kembali menyasar kotak amal di Masjid Nurul Bahri yang berada di kawasan Pantai Pohon Cinta, Kecamatan Marisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MASJID-TERAPUNG-Sebuah-masjid-terapung-di-Pohuwato-Provinsi-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kotak amal di Masjid Nurul Bahri atau Masjid Terapung Pantai Pohon Cinta, Kecamatan Marisa, Pohuwato, kembali menjadi sasaran pencurian.
- Pengurus masjid menyebut peristiwa tersebut diduga sudah terjadi untuk ketiga kalinya dan kemungkinan berlangsung pada tengah malam.
- Uang tunai lebih dari Rp500 ribu diperkirakan hilang, sementara pelaku belum diketahui karena tidak adanya CCTV di lokasi.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi pencurian kembali menyasar kotak amal di Masjid Nurul Bahri yang berada di kawasan Pantai Pohon Cinta, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Masjid yang kerap disebut masyarakat sebagai Masjid Terapung Pantai Pohon Cinta itu diduga dibobol pelaku pada malam hari.
Salah satu takmir masjid, Sri Yuliana Monoarfa, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut kejadian serupa sudah berulang kali menimpa masjid tersebut.
Menurut Yuliana, kasus pembongkaran kotak amal itu diperkirakan sudah terjadi sekitar tiga kali.
“Peristiwa seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, kemungkinan ini sudah yang ketiga kalinya. Untuk kejadian yang sekarang kami menduga berlangsung pada tengah malam,” ujar Yuliana, Sabtu (22/3/2025).
Baca juga: 7 Sekolah di Kota Selatan Terima Roti MBG, SPPG Tarik 50 yang Tak Layak Konsumsi
Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan salat tarawih pada malam sebelumnya, kotak amal sempat disimpan oleh pengurus ke dalam ruangan.
Namun ketika diperiksa pada pagi hari, kotak tersebut ditemukan dalam keadaan rusak dan sudah berada di luar ruangan.
“Semalam setelah salat tarawih kami memasukkan kotak itu ke dalam ruangan. Pagi harinya saat dicek, kondisinya sudah rusak dan berada di luar,” jelasnya.
Yuliana mengatakan, tidak adanya kamera pengawas atau CCTV di area masjid membuat pengurus kesulitan mengetahui siapa pelaku pencurian tersebut.
Meski demikian, kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Karena tidak ada CCTV, kami tidak bisa mengetahui siapa yang melakukan pencurian itu. Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menemukan pelakunya supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Baca juga: Festival Tumbilotohe Pemprov Gorontalo Bertema “Hulondalo Mulolo” Diterangi 6.000 Lampu
Terkait jumlah uang yang hilang, pihak pengurus memperkirakan nilainya lebih dari Rp500 ribu.
Hal itu karena selama bulan Ramadan kotak amal tersebut belum sempat dibuka.
“Kalau perkiraan kami jumlahnya lebih dari lima ratus ribu rupiah, sebab sejak Ramadan kotak amal itu belum dibuka,” pungkasnya.(*)