Tumbilotohe Gorontalo 2026
Festival Tumbilotohe Pemprov Gorontalo Bertema “Hulondalo Mulolo” Diterangi 6.000 Lampu
Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar Festival Tumbilotohe dengan mengangkat tema “Hulondalo Mulolo”.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FESTIVAL-TUMBILOTOHE-Suasana-persiapan-Festival-Tumbilotohe-Pemprov-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar Festival Tumbilotohe bertema “Hulondalo Mulolo” di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Bulango Selatan, Bone Bolango, pada 16–18 Maret 2026.
- Festival ini menghadirkan 10 agenda kegiatan, mulai dari Tumbilotohe Underwater, Fun Run, lomba bedug takbiran, lomba bunggo, demo masak kue tradisional hingga bazar dan pasar murah Ramadan.
- Sekitar 6.000 lampu botol akan dipasang untuk menerangi kawasan festival yang kini hampir rampung dipersiapkan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar Festival Tumbilotohe dengan mengangkat tema “Hulondalo Mulolo”.
Kegiatan ini dipusatkan di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 16-18 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, budaya, serta aktivitas masyarakat selama Ramadan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengkonfirmasi jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan festival ini akan diramaikan dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat.
Sultan juga menyebutkan terdapat 10 item kegiatan yang akan menghiasi pelaksanaan festival tahun ini.
Baca juga: Mahasiswa Teknik Siapkan 2.025 Lampu Hiasi Malam Tumbiltohe di Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo
"Berbagai kegiatan tersebut di antaranya Tumbilotohe Underwater, Tumbilotohe Fun Run, lomba bedug takbiran, lomba bunggo, lomba demo masak kue tradisional Gorontalo, bazar Ramadan, pasar murah Ramadan, serta sosialisasi QRIS oleh Bank Indonesia," terang Sultan.
Pantauan Tribun Gorontalo di lokasi kegiatan menunjukkan berbagai ornamen khas telah dipersiapkan untuk menyambut pengunjung.
Saat memasuki kawasan block plan perkantoran, pengunjung akan disambut dengan deretan bambu yang dipatok sejajar di sisi kiri dan kanan jalan sebagai penanda jalur menuju area festival.
Di pintu masuk utama kawasan festival, berdiri sebuah gapura bambu kuning yang disebut Alikusu, yang menjadi ciri khas dalam tradisi perayaan Tumbilotohe.
Di dalam area kegiatan, panitia juga menyiapkan 10 lapak tradisional yang dibuat dari bambu dan jerami.
Setiap lapak menampilkan nama jajanan khas Gorontalo, yakni Tutulu, Apang Colo, Popolulu, Aabongi, Aliwadala, Diniyohu, Kala-kala, Keabo, Onde-onde, serta Kue Janda.
Sementara itu, di sisi barat kawasan terdapat tiga lapak tambahan dengan desain serupa, namun belum dicantumkan jenis kue yang akan dijual.
Pada area yang sama juga berdiri dua tenda kerucut milik Bank Indonesia serta satu tenda kerucut berwarna putih yang akan difungsikan sebagai tempat operator kegiatan.