Kecelakaan Maut Minsel
Tangis Guru dan Siswa SMA Negeri 5 Gorontalo Iringi Pemakaman Yessi Sukersi Mustaki
Isak tangis dari para murid dan guru SMA Negeri 5 Gorontalo pecah saat mengiringi prosesi pemakaman Yessi Sukersi Mustaki (41).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-dan-siswa-SMA-Negeri-5-Gorontalo-berkerumun.jpg)
Para korban langsung dilarikan ke RSUD Teep Minsel untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut oleh pihak rumah sakit.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Penyelidikan teknis dilakukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain di luar kecepatan tinggi yang memicu kecelakaan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan lintas provinsi.
Keluarga besar almarhumah di Gorontalo menerima kabar duka ini dengan rasa tidak percaya dan kesedihan yang amat sangat.
Kepergian dua bersaudara sekaligus dalam satu waktu merupakan cobaan yang sangat berat bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
Kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian saat kecelakaan berlangsung.
Suasana Haru dan Penghormatan Terakhir di Rumah Duka
Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh ratusan pelayat yang memadati rumah duka.
Rumah duka yang terletak di Kota Gorontalo tersebut terus didatangi pelayat sejak jenazah tiba dari Sulawesi Utara.
Pada Minggu (15/3/2026) pagi, suasana haru semakin memuncak saat prosesi pelepasan jenazah kedua korban dimulai.
Ratusan orang memadati area rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua almarhumah yang dikenal baik.
Adik laki-laki dari kedua almarhumah bertindak langsung sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah yang berlangsung khidmat.
Salat jenazah tersebut terpaksa digelar di badan jalan depan rumah duka karena banyaknya jamaah yang hadir melayat.
Namun, di tengah takbir yang dilantunkannya, sang adik tidak mampu lagi menahan kesedihan yang sangat menusuk hati.
Tangis kecilnya pecah seketika di hadapan ratusan jamaah yang sedang berdiri rapat mengikuti prosesi ibadah tersebut.
Rintihan tangis sang adik menggambarkan betapa berat beban duka kehilangan dua kakak perempuannya secara bersamaan.
Banyak jamaah dari berbagai kalangan turut terdiam dan larut dalam suasana haru yang menyelimuti pagi yang mendung itu.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir secara langsung di rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Beliau juga bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pelepasan jenazah kedua almarhumah sebagai abdi negara.
Tak lama kemudian, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga tiba di lokasi untuk mengantarkan ke pemakaman.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dua sosok PNS tersebut.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga Mustaki tersebut.
Setelah seluruh rangkaian prosesi keagamaan selesai, jenazah kemudian dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir.
Kedua almarhumah dimakamkan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka mereka. (*)