Kecelakaan Maut Minsel
Tangis Guru dan Siswa SMA Negeri 5 Gorontalo Iringi Pemakaman Yessi Sukersi Mustaki
Isak tangis dari para murid dan guru SMA Negeri 5 Gorontalo pecah saat mengiringi prosesi pemakaman Yessi Sukersi Mustaki (41).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-dan-siswa-SMA-Negeri-5-Gorontalo-berkerumun.jpg)
Ringkasan Berita:
- Isak tangis menyelimuti pemakaman Yessi Sukersi Mustaki (41), guru bahasa Inggris SMA Negeri 5 Gorontalo, yang dihadiri oleh ratusan pelayat termasuk guru, siswa, alumni, hingga pejabat daerah
- Almarhumah dikenal sebagai pendidik yang sangat ramah, sabar, dan bersahaja, di mana para murid mengenangnya sebagai sosok yang selalu membantu siswa yang kesulitan memahami pelajaran
- Yessi dan saudaranya, Fanny Anelsia Mustaki, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Desa Sapa, Minahasa Selatan
TRIBUNGORONTALO.COM – Isak tangis dari para murid dan guru SMA Negeri 5 Gorontalo pecah saat mengiringi prosesi pemakaman Yessi Sukersi Mustaki (41).
Almarhumah merupakan salah satu korban dalam kecelakaan maut yang terjadi di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Duka yang sangat mendalam kini masih menyelimuti keluarga besar, rekan kerja, hingga seluruh siswa di sekolah tempat ia mengabdi.
Kepergian sosok guru bahasa Inggris ini meninggalkan kesedihan yang sangat luar biasa bagi mereka yang mengenalnya.
Terutama bagi para murid, mereka merasa sangat kehilangan sosok pendidik yang selama ini menjadi panutan di sekolah.
Salah satu mantan siswa Yessi, Widiastuti Agung Rahmatika, turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Widiastuti mengenang sosok almarhumah sebagai seorang guru yang sangat ramah kepada siapa saja.
Menurutnya, Yessi Sukersi Mustaki adalah pribadi yang sangat mudah bergaul dengan para siswa di lingkungan sekolah.
Ia mengatakan bahwa selama proses mengajar, almarhumah dikenal sebagai sosok guru yang sangat bersahabat. Kedekatan yang dibangun oleh almarhumah membuat para murid merasa sangat nyaman saat berada di dalam kelas.
"Beliau sangat welcome saat mengajar dan sangat humble juga," ungkap Widiastuti dengan nada sedih.
Widiastuti mengaku bahwa semasa ia masih bersekolah, ia merasakan langsung kehangatan dan kedekatan tersebut.
Almarhumah dikenal sangat dekat dengan semua siswa tanpa pernah membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Saat mencoba mengenang kembali kenangan bersama gurunya itu, Widiastuti bahkan tidak mampu lagi menahan air mata.
Meskipun ia telah dinyatakan lulus dari sekolah tahun lalu, kenangan bersama sang guru tetap terasa begitu dekat di hatinya. Ia juga mengingat bagaimana dedikasi almarhumah yang selalu berusaha membantu murid yang kesulitan memahami pelajaran.
"Beliau bahkan tak segan memberikan pengertian kepada murid yang tidak paham dengan pelajaran," ujarnya dengan penuh haru.
Menurut pengakuannya, almarhumah memang dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dalam menjalankan tugasnya mengajar.
Yessi Sukersi Mustaki tidak pernah terlihat memarahi siswa yang memang kesulitan dalam memahami materi bahasa Inggris.
"Tidak pernah marah, kalau yang tidak paham beliau mau mengajarkan dari awal," tutur Widiastuti mengenang kesabaran sang guru.
Kesedihan yang serupa juga dirasakan secara mendalam oleh seluruh pihak manajemen dan staf di SMA Negeri 5 Gorontalo.
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Gorontalo, Jufriani Mohi, mengaku dirinya merasa sangat terpukul atas musibah ini. Kehilangan salah satu guru terbaik di sekolah tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh rekan sejawat almarhumah.
Saat mencoba memberikan keterangan kepada media, suara Jufriani beberapa kali harus terhenti karena ia menahan tangis. Dalam suasana duka yang mencekam itu, ia mengaku hampir tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata untuk berbicara.
"Sudah tidak bisa bicara ibu, orangnya (almarhuma) baik kasihan, orangnya baik," ujarnya dengan suara yang terus bergetar.
Usai prosesi pemakaman rampung dilaksanakan, sejumlah guru SMA Negeri 5 Gorontalo terlihat masih berkumpul di area pemakaman.
Mereka bersama-sama mengirimkan doa terbaik untuk almarhumah sambil terus berusaha menahan isak tangis yang pecah. Raut wajah penuh kesedihan tampak sangat jelas terpancar dari para guru yang berdiri mengelilingi liang lahat almarhumah.
Meski doa bersama telah selesai dipanjatkan, sebagian besar dari mereka masih memilih untuk bertahan di lokasi pemakaman.
Tatapan mata mereka menunjukkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian rekan kerja yang dikenal bersahaja tersebut.
Tidak hanya para guru, sejumlah siswa aktif dan para alumni juga terlihat hadir dan larut dalam suasana duka yang menyelimuti. Kepergian Yessi Sukersi Mustaki kini meninggalkan kenangan tersendiri bagi banyak orang yang pernah mengenal sosok baiknya.
Dedikasinya sebagai seorang pendidik akan selalu diingat oleh para siswa yang pernah merasakan bimbingan langsung darinya.
Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Kronologi Peristiwa
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa guru tersebut bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo.
Mereka berniat menuju ke Kota Manado, Sulawesi Utara, untuk mengunjungi orang tua mereka yang berada di sana.
Kedua korban menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA yang saat itu dikemudikan oleh Ismail Zees (47).
Tujuan utama perjalanan kakak beradik ini adalah untuk mengunjungi ibu mereka dalam rangka mengisi waktu libur.
Namun, perjalanan yang seharusnya dipenuhi dengan rasa bahagia tersebut justru berubah menjadi tragedi yang memilukan.
Insiden maut ini terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.
Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan sedang melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kecelakaan tunggal terjadi. Pengemudi mobil diduga kuat kehilangan kendali atas kendaraannya sehingga mobil keluar dari badan jalan raya.
Mobil berwarna hitam tersebut kemudian menabrak sebuah pohon besar serta bangunan rumah makan yang berada di pinggir jalan.
Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat parah atau ringsek akibat kerasnya benturan yang terjadi. Berdasarkan data resmi dari pihak kepolisian, terdapat total empat orang korban dalam insiden kecelakaan tunggal ini.
Dua orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang sangat serius.
Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki menjadi korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut.
Sementara itu, pengemudi mobil yakni Ismail Zees dilaporkan mengalami luka berat dan harus dirawat secara intensif.
Satu penumpang lainnya yang bernama Doni Tentero (45) dikabarkan hanya mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.
Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi status kedua korban yang meninggal dunia tersebut.
Kedua korban meninggal dunia diketahui berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di wilayah Gorontalo.
"Mereka berdua yang meninggal dunia," tutur Iptu Engelina saat memberikan keterangan resmi mengenai data para korban.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh warga sekitar dan petugas kepolisian sesaat setelah kecelakaan maut itu terjadi.
Para korban langsung dilarikan ke RSUD Teep Minsel untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut oleh pihak rumah sakit.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Penyelidikan teknis dilakukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain di luar kecepatan tinggi yang memicu kecelakaan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan lintas provinsi.
Keluarga besar almarhumah di Gorontalo menerima kabar duka ini dengan rasa tidak percaya dan kesedihan yang amat sangat.
Kepergian dua bersaudara sekaligus dalam satu waktu merupakan cobaan yang sangat berat bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
Kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian saat kecelakaan berlangsung.
Suasana Haru dan Penghormatan Terakhir di Rumah Duka
Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh ratusan pelayat yang memadati rumah duka.
Rumah duka yang terletak di Kota Gorontalo tersebut terus didatangi pelayat sejak jenazah tiba dari Sulawesi Utara.
Pada Minggu (15/3/2026) pagi, suasana haru semakin memuncak saat prosesi pelepasan jenazah kedua korban dimulai.
Ratusan orang memadati area rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua almarhumah yang dikenal baik.
Adik laki-laki dari kedua almarhumah bertindak langsung sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah yang berlangsung khidmat.
Salat jenazah tersebut terpaksa digelar di badan jalan depan rumah duka karena banyaknya jamaah yang hadir melayat.
Namun, di tengah takbir yang dilantunkannya, sang adik tidak mampu lagi menahan kesedihan yang sangat menusuk hati.
Tangis kecilnya pecah seketika di hadapan ratusan jamaah yang sedang berdiri rapat mengikuti prosesi ibadah tersebut.
Rintihan tangis sang adik menggambarkan betapa berat beban duka kehilangan dua kakak perempuannya secara bersamaan.
Banyak jamaah dari berbagai kalangan turut terdiam dan larut dalam suasana haru yang menyelimuti pagi yang mendung itu.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir secara langsung di rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Beliau juga bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pelepasan jenazah kedua almarhumah sebagai abdi negara.
Tak lama kemudian, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga tiba di lokasi untuk mengantarkan ke pemakaman.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dua sosok PNS tersebut.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga Mustaki tersebut.
Setelah seluruh rangkaian prosesi keagamaan selesai, jenazah kemudian dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir.
Kedua almarhumah dimakamkan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka mereka. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.