Pasar Senggol Gorontalo
Transaksi Toko Mebel Kota Gorontalo Naik, Sofa Paling Dicari
Aktivitas penjualan (transaksi) perabotan rumah tangga mulai meningkat menjelang Lebaran di Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Calon-pembeli-tengah-melihat-lihat-perabotan-rumah-tangga.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penjualan furnitur meningkat menjelang Lebaran, meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya
- Strategi promosi dan sistem pembayaran fleksibel (cash maupun kredit) digunakan toko untuk menarik pembeli
- Promo Ramadan mendorong minat konsumen, terutama pada sprei dan karpet, sehingga transaksi harian toko meningkat
TRIBUNGORONTALO.COM – Aktivitas penjualan (transaksi) perabotan rumah tangga mulai meningkat menjelang Lebaran di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sejumlah toko furnitur dan perlengkapan rumah tangga mulai didatangi oleh warga yang ingin memperbarui isi rumah mereka sebelum hari raya tiba.
Meski demikian, tidak semua toko merasakan lonjakan penjualan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa pelaku usaha mengaku bahwa kondisi penjualan pada Ramadan tahun ini tidak seramai periode sebelumnya.
Walaupun demikian, tetap terjadi peningkatan permintaan pada jenis barang tertentu.
Pegawai Toko Cahaya Agung Baru, Itin Ibrahim, memberikan penjelasan mengenai kondisi pasar saat ini. Tokonya menjual berbagai jenis furnitur mulai dari sofa, spring bed, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.
Namun, ia menilai suasana penjualan pada Ramadan tahun ini mengalami perubahan.
“Untuk puasa tahun ini tidak seperti puasa pada tahun-tahun kemarin,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com pada Minggu (15/3/2026).
Itin menyebutkan bahwa jumlah pembeli saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Meski demikian, masyarakat tetap mencari beberapa jenis barang tertentu menjelang Lebaran, salah satunya adalah sofa.
“Kalau mau lebaran begini, lebih banyak orang beli sofa,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa angka penjualan sofa memang cukup lumayan. Namun, jumlah tersebut tetap belum menyamai angka penjualan pada tahun sebelumnya.
Pihak toko mengandalkan strategi promosi melalui berbagai media sosial untuk menarik minat pembeli. Selain itu, toko menyediakan dua sistem pembayaran bagi konsumen.
“Kita bisa cash, bisa kredit,” ujarnya.
Mengenai rincian harga, toko tersebut menjual sofa mulai dari harga Rp3 juta. Produk kasur dibanderol sekitar Rp500 ribuan, bantal atau busa sekitar Rp200 ribu, serta spring bed mulai dari Rp1 jutaan.